Lokakarya Nasional Pendamping KUMKM 2026 Dibuka di Untan
- 12 Agt 2026 23:09 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Rakor DPN ABDSI 2026 - 2030
- Lokakarya Nasional Pendamping Koperasi dan UMKM 2026
- Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI),
RRI.CO.ID, Pontianak - Lokakarya Nasional Pendamping Koperasi dan UMKM 2026 resmi dibuka di Ruang Rapat Senat Universitas Tanjungpura, Pontianak, Selasa, 8 Agustus 2026. Mengusung tema "Rekonstruksi Peran BDS dalam Menguatkan Youthpreneur, UMKM Digital, dan Koperasi", lokakarya menjadi pembuka rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026.
Acara diawali laporan panitia oleh Ketua Organizing Committee, Sarfandi, S.Pd., dilanjutkan sambutan selamat datang dari Wakil Rektor I Universitas Tanjungpura selaku tuan rumah. Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, S.Pd., M.M., Ph.D., kemudian menyampaikan sambutan sebelum pembukaan resmi oleh Kementerian UMKM, diwakili Bapak Ginda P. Siregar, Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha.
Ketua umum Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), Bahrul ulum Ilham, mengatakan, lokakarya memilih kata rekonstruksi karena selama ini layanan pendampingan bisnis UMKM tumbuh menempel pada siklus program, hadir ketika anggaran tersedia, surut ketika program usai.
Padahal tiga kelompok yang menjadi fokus lokakarya wirausaha muda, UMKM yang bertransformasi digital, dan koperasi justru menuntut pendampingan yang panjang, berjenjang, dan terukur. “Melalui lokakarya dirumuskan apa sesungguhnya layanan minimum yang wajib dipenuhi seorang pendamping, bagaimana kompetensinya dinilai dan disertifikasi, serta bagaimana layanan dapat berkelanjutan,” imbuhnya.
Wakil Rektor 2 Universitas Tanjungpura, Dr. M. Irfani Hendri, S.E., M.Si mengatakan, menjadi tuan rumah TNP merupakan komitmen perguruan tinggi negeri di ujung barat Pulau Borneo ini tidak boleh eksklusif berada dalam menara gading. “Kami harus hadir, berdampingan, dan menjadi bagian dari ekosistem yang setiap hari bergulat dengan persoalan riil usaha rakyat. Inilah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.
Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM, Ginda P. Siregar, menekankan pentingnya integrasi program pendampingan ke dalam satu ekosistem yang solid. Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan akses yang berkelanjutan terhadap mentor, teknologi digital, dan pembiayaan melalui platform terpadu seperti Entrepreneur Hub agar dapat naik kelas secara efektif.
Sepanjang hari, peserta mengikuti dua sesi pleno. Pleno pertama membahas ekosistem pendampingan yang berkelanjutan, menghadirkan pembicara dari Kementerian UMKM, International Labour Organization (ILO), dan kalangan perguruan tinggi.
Pleno kedua mengangkat sinergi pendampingan koperasi dan UMKM lintas sektor, termasuk potensi wilayah perbatasan. Hari pertama ditutup dengan Rapat Kerja Nasional DPN ABDSI periode 2026–2030 dan akan dilanjutkan gala dinner bersama Gubernur Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur. Bersamaan dengan lokakarya, Ekspo Wirausaha dan UMKM dibuka bagi peserta dan publik, dengan sesi kunjungan terjadwal pada waktu istirahat siang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....