Tema "Ayah Wajib Hadir", Sekda Kalbar Soroti Ancaman Digital bagi Anak
- 01 Jul 2026 17:17 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Ayah Wajib Hadir
- Harganas ke-33
- Ancaman Digital Anak
RRI.CO.ID, Pontianak - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Namun, di tengah berbagai dinamika global yang penuh ketidakpastian, keluarga juga dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks.
Hal ini disampaikannya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu, 1 Juni 2026. Harisson menilai, perkembangan teknologi digital telah menghadirkan ancaman baru yang sering kali tidak disadari. Melalui perangkat digital yang digunakan setiap hari, anak-anak dapat dengan mudah terpapar berbagai konten yang berpotensi memengaruhi karakter dan masa depan mereka apabila tidak mendapatkan pendampingan dari orang tua.
"Kita sedang menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian, sementara ancaman terhadap anak-anak kini tidak selalu datang secara langsung. Gadget dan media digital dapat menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif apabila orang tua tidak hadir mendampingi," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia menekankan bahwa kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Seorang ayah juga harus hadir secara emosional, menjadi teladan, membangun komunikasi, serta memberikan perhatian kepada istri dan anak-anak.
"Itulah makna dari tema Ayah Wajib Hadir. Kehadiran yang dimaksud bukan sekadar berada di rumah, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan keluarga," katanya, menegaskan.
Ia mengajak para ayah membangun komunikasi yang hangat melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memanfaatkan waktu makan bersama tanpa gangguan telepon genggam. "Saat makan bersama, simpan terlebih dahulu handphone. Gunakan kesempatan itu untuk berbincang, berkomunikasi dengan anak-anaknya, memahami apa yang mereka alami, serta membangun kedekatan di dalam keluarga," ucapnya.
Menurut Harisson, komunikasi yang baik akan menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak. Anak-anak yang merasa didengar dan diperhatikan akan lebih terbuka kepada orang tuanya sehingga tidak mudah mencari pelarian atau pengaruh dari lingkungan yang kurang baik.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab mendidik anak bukan hanya berada di pundak seorang ibu. Peran ayah harus berjalan seiring dalam membina keluarga agar tercipta keseimbangan dalam proses pengasuhan.
"Pembinaan keluarga tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu. Ayah memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendidik, membimbing, dan membesarkan anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas," katanya lagi.
Harisson berharap peringatan Harganas ke-33 menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengajak seluruh keluarga di Kalimantan Barat untuk menjadikan semangat Ayah Wajib Hadir sebagai gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Harganas Ke-33 Gaungkan Pentingnya Kehadiran Ayah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....