BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Semakin Efektif, Operasi Terpadu Disiapkan

  • 16 Apr 2026 14:22 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Apel Kesiapsiagaan Karhutla
  • Operasi Terpadu
  • BNPB

RRI.CO.ID, Pontianak - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menunjukkan hasil yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengatakan bahwa masyarakat Kalbar pernah mengalami dampak besar karhutla, seperti pada tahun 2015 dan 2019, ketika asap bahkan menyebar hingga ke wilayah negara tetangga. Namun, sejak 2023, kondisi tersebut berhasil dikendalikan.

“Beberapa tahun belakangan ini, sejak 2023, kami pastikan tidak ada lagi api atau asap yang menyeberang ke wilayah negara tetangga. Artinya, meski masih ada kekurangan, upaya penanganan karhutla sudah menunjukkan hasil,” ujarnya, dalam sebuah Konferensi Pers Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional Tahun 2026, di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis, 16 April 2026.

Terkait dukungan anggaran, Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap penanganan karhutla. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa anggaran penanggulangan bencana tidak dibatasi oleh efisiensi.

“Untuk kebijakan anggaran, tidak ada batasan. Ini menjadi prioritas pemerintah,” katanya.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Barat, BNPB mengedepankan operasi terpadu yang melibatkan berbagai pihak. Salah satu langkah utama adalah pencegahan dini melalui peringatan cuaca dari BMKG.

Ketika BMKG memprediksi kondisi cuaca kering dan panas yang berpotensi memicu kebakaran, BNPB segera melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi risiko kebakaran. Ia menegaskan langkah ini pun sudah mulai dijalankan.

Selain itu, penanganan di lapangan juga melibatkan satuan tugas darat yang terdiri dari berbagai unsur, seperti Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, serta BPBD setempat. Mereka bertugas memadamkan api sejak dini agar tidak meluas.

Namun, jika api berada di lokasi yang sulit dijangkau dan tidak dapat ditangani oleh tim darat, BNPB telah menyiapkan dukungan udara berupa helikopter water bombing untuk memadamkan api dari atas. Sebagai langkah awal, dua pesawat disiapkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat. "Hari ini akan disiapkan dua pesawat awal. Nanti apabila apinya membesar, nanti akan ditambah," ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....