Komisi Wasit PSSI Tegaskan Final Liga 4, "Clear"
- 10 Feb 2026 14:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Partai puncak Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat yang mempertemukan PS Kubu Raya melawan Persiwah Mempawah masih memicu polemik. Perhatian publik tertuju pada sebuah insiden di area penalti Persiwah yang oleh suporter PS Kubu Raya dinilai sebagai pelanggaran handsball.
Menanggapi hal tersebut, Komisi Wasit Asprov PSSI Kalbar melalui Bardan menegaskan bahwa insiden itu tidak termasuk pelanggaran. Ia menyatakan wasit Heru asal PSSI Kabupaten Kayong Utara yang memimpin laga telah mengambil keputusan yang tepat dan memimpin pertandingan sesuai aturan.
“Dua kali empat puluh lima menit itu bisa diselesaikan. Ini nilai plus untuk wasit. Pertandingan berjalan aman,” ujar Bardan, Senin, 9 Februari 2026.
Ia mengakui, tensi tinggi dalam partai puncak memicu reaksi dari pemain maupun ofisial. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kesalahan dalam kepemimpinan wasit.
“Kalau tim bereaksi itu wajar. Final memang selalu panas. Tapi dari sisi wasit, tidak ada masalah,” kata Bardan.
Viralnya video insiden di lini pertahanan Persiwah membuat polemik semakin membesar. Akan tetapi, Bardan menegaskan sudut pengambilan gambar tidak menggambarkan kejadian secara utuh. Komisi Wasit PSSI Kalbar, katanya, sudah meminta keterangan langsung dari Referee Assesor dan wasit Heru yang berdiri tepat menghadap kejadian. “Wasit melihat jelas. Bola kena badan dulu, baru memantul. Tangan pemain mengayun ke belakang. Jadi clear, bukan handsball,” ujar Bardan, menegaskan.
Ia menambahkan, keputusan di lapangan diambil berdasarkan pandangan langsung wasit, bukan dari potongan video yang hanya memperlihatkan satu sudut.
Di samping itu, Bardan menyampaikan bahwa pihaknya tetap membuka ruang evaluasi menyusul kritik yang datang dari berbagai pihak dan menyampaikan permohonan maaf bila kinerja wasit masih kurang dalam kompetisi liga 4 ini
“Kami berterima kasih atas kritik yang disampaikan. Ini jadi bahan kami untuk perbaikan ke depan,” ujar Bardan.
Bardan juga menegaskan keterbatasan peran PSSI Kalbar dalam pembinaan wasit. Secara struktural, wasit berada di bawah PSSI Kabupaten dan PSSI Kota, sementara PSSI Provinsi hanya berperan memberi edukasi dan pengembangan SDM.
“Kami hanya bisa memberikan education, dan masukan-masukan terhadap peningkatan SDM seperti Zoom meeting, soal revisi law of the game, knowledge & undestanding football," ucap Bardan.
Sebelumnya, publik menyoroti profesionalitas wasit pada ajang Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat, musim 2025-2026.
Kritik muncul usai laga final yang mempertemukan PS Kubu Raya kontra Persiwah Mempawah, yang berlangsung di GOR SSA Pontianak, Minggu, 8 Februari 2026. Pada pertandingan tersebut, PS Kubu Raya harus menderita kekalahan 0-2 dari Persiwah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....