Muhajirin Yanis Tegaskan Negara Hadir Guru Madrasah Swasta
- 03 Feb 2026 09:50 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah hiruk-pikuk tafsir publik yang kadang lebih cepat dari niat baik, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, menegaskan bahwa klarifikasi dan permohonan maaf Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin justru memperlihatkan satu hal penting: negara tidak sedang mundur dari tanggung jawabnya terhadap guru madrasah swasta.
Menurut Muhajirin, pernyataan Sekjen Kemenag dalam rapat bersama DPR bukanlah penyangkalan, melainkan penegasan komitmen. Bahwa guru madrasah swasta tetap diakui sebagai bagian utuh dari sistem pendidikan nasional, bukan pelengkap, apalagi beban.
“Klarifikasi itu menunjukkan Kementerian Agama tetap berkomitmen melakukan pembinaan dan penguatan peran guru madrasah swasta,” ujar Muhajirin di Pontianak, Senin, 2 Februari 2026.
Ia mengingatkan, guru madrasah swasta selama ini bekerja di ruang yang tidak selalu terang: membentuk karakter, menanamkan nilai keagamaan, dan menjaga denyut pendidikan di daerah-daerah yang sering luput dari perhatian. Jika pendidikan adalah pondasi bangsa, maka guru madrasah swasta adalah pekerja sunyi yang menopangnya tanpa banyak sorotan.
Di tingkat daerah, Muhajirin menegaskan Kanwil Kemenag Kalimantan Barat terus menjalankan program pembinaan, peningkatan kompetensi, dan penguatan kelembagaan madrasah, negeri maupun swasta, sesuai regulasi dan kemampuan anggaran. Tidak sempurna, tetapi bergerak. Tidak gaduh, tetapi konsisten.
“Sinergi pusat dan daerah terus kami jaga agar guru madrasah swasta tidak hanya bertahan, tetapi berkembang,” katanya.
Ia juga mengajak semua pihak menyikapi persoalan ini secara proporsional. Bagi Muhajirin, polemik yang berlarut justru berisiko mengaburkan tujuan utama: meningkatkan mutu pendidikan madrasah dan kesejahteraan para pendidik.
“Pendidikan tidak tumbuh dari kegaduhan, tetapi dari kepercayaan dan kerja bersama,” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi Sekjen Kemenag, Muhajirin berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di ruang publik. Ia menegaskan, Kementerian Agama akan terus hadir, bukan dalam janji yang lantang, melainkan dalam kerja yang berkelanjutan, membina dan memajukan madrasah, negeri maupun swasta, karena di sanalah masa depan bangsa sedang disiapkan, pelan tapi pasti.
Baca juga: ISNU Kalbar Dukung Kemenag Sejahterakan Guru Madrasah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....