Gubernur Kalbar Buka Pesparani Katolik I Tahun 2025
- 08 Nov 2025 00:50 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Kalbar 2025, yang akan berlangsung selama dua hari di Hotel Kini, Pontianak, 7 s/d 8 November 2025. Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 13 Kabupaten/kota di Kalbar ini terasa istimewa karena merupakan ajang Pesparani pertama di Kalbar.
Dalam sambutannya, Norsan mengharapkan lewat kegiatan ini, tercipta sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, yaitu Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam memperkuat pembinaan umat Katolik agar semakin mandiri dan berdaya saing.
"Jadikan momen ini bukan hanya sebagai sarana mencari bibit unggul yang akan mewakili Kalbar di tingkat nasional, tetapi sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya, Jumat (7/11/2025).
Gubernur juga berpesan kepada dewan juri dan panitia agar melaksanakan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Norsan menambahkan, Pesparani memiliki makna strategis selain menggali bakat dan potensi di bidang musik, Pesparani juga menjadi sarana menumbuhkembangkan semangat persaudaraan, kebersamaan dan cinta kasih melalui lantunan kidung pujian agar senantiasa memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
"Hari ini saya gembira, membuka Pesparani pertama di Kalbar yang dadakan LP3K daerah. Selain dapat merajut persaudaraan satu sama lain, juga akan menambah keimanan umat Katolik yang ada di Kalimantan Barat," ucapnya.
Ketua Panitia Pesparani Katolik I Kalbar, Yohanes Budiman menjelaskan pada ajang ini terdapat empat cabang lomba yang dilaksanakan. Pertama, Lomba menyanyikan Mazmur kategori anak/remaja, lomba cerdas cermat rohani kategori anak/remaja, lomba bertutur kita suci, serta lomba paduan suara campuran dewasa.
"Berdasarkan rekapitulasi pendaftaran peserta, jumlah peserta lomba bersama official sebanyak 577 orang. Yang diikuti 11 Kabupaten dan 2 kota. Satu Kabupaten yaitu Kayong Utara belum dapat mengikuti kegiatan ini," kata Yohanes.
Tema yang diusung pada Pesparani I ini adalah "Cor Unum et Anima Una ad Aedificandum Ecclesiam et Patriam" (Satu Hati Satu jiwa membangun Gereja dan Bangsa).
"Tujuannya adalah supaya umat Katolik bisa bersatu dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa mereka berpartisipasi sebagai Warga Negara terlibat, tidak hanya dalam pembangunan yang bersifat fisik, tapi juga mental dan spiritual," katanya.
Baca juga: Gubernur Ria Norsan Apresiasi Antusiasme Dialog Lintas Etnis
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....