Suka Duka Menjadi Anggota KPPS
- 27 Nov 2024 21:08 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Sebagai petugas yang berperan penting dalam kelancaran pemilu, menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidaklah mudah. Mereka adalah ujung tombak yang bertugas memastikan proses pemilu berlangsung jujur, adil, dan aman. Namun, di balik tugas besar itu, ada suka duka yang harus mereka hadapi.
Menurut Rosi Imbon, anggota KPPS Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan mengatakan, jika salah satu kebanggaan terbesar bagi anggota KPPS adalah memiliki peran mereka dalam memastikan demokrasi berjalan dengan lancar. "Rasanya bangga bisa terlibat langsung dalam menentukan masa depan bangsa," katanya.
Meskipun dihadapkan dengan jadwal yang padat dan tugas yang berat, sebagian besar anggota KPPS merasa puas karena dapat membantu masyarakat menjalankan hak pilihnya.
Selain itu, suasana kebersamaan dengan sesama anggota KPPS juga seringkali menjadi hal yang menyenangkan. Mereka bekerja dalam tim yang solid dan saling mendukung, terutama saat menghadapi tantangan selama proses pemungutan suara dan penghitungan suara.
Lain halnya dengan Nurul, Anggota KPPS TPS 021. Menurutnya, menjadi anggota KPPS bukan tanpa tantangan. Salah satu keluhan yang sering terdengar adalah beban kerja yang berat. Mulai dari persiapan sejak pagi buta hingga perhitungan suara yang bisa berlangsung hingga tengah malam, waktu yang digunakan sangat panjang. Beberapa anggota KPPS bahkan harus bekerja lebih dari 12 jam tanpa istirahat yang cukup.
Kendala lainnya adalah keterbatasan fasilitas dan kondisi tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak selalu ideal. Di beberapa daerah, TPS berada di tempat yang jauh atau kurang memadai, yang membuat anggota KPPS harus bekerja ekstra keras untuk melayani pemilih. Ditambah lagi dengan adanya potensi kerusuhan atau ketegangan, yang terkadang bisa terjadi, membuat tekanan mental semakin tinggi.
Dalam proses pemilu, tak jarang anggota KPPS harus menghadapi situasi menegangkan, seperti protes dari pemilih yang merasa hak pilihnya tidak dihargai, atau konflik antar pemilih yang berujung pada kericuhan kecil. Hal ini tentu memerlukan kesabaran dan keteguhan anggota KPPS untuk menjaga ketertiban dan memastikan pemilu berjalan dengan lancar.
Menjadi anggota KPPS adalah tugas yang penuh pengorbanan. Namun, meskipun penuh tantangan, peran mereka sangat penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis. Banyak yang merasa bangga meskipun lelah, karena mereka tahu bahwa keberhasilan pemilu tidak terlepas dari kerja keras mereka. Suka duka yang dialami anggota KPPS adalah bagian dari proses panjang dalam menjaga dan memperjuangkan demokrasi di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....