Rasa Cukup adalah Kekayaan Sejati

  • 08 Feb 2026 12:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - KH. Muhammad Faiz dalam tausiyahnya Gapai Kemuliaan, mengatakan kalau sudah di berikan ketaatan maka itu rezeki yang tidak ada nilai harganya,yang penting di ridhoi Allah, bahwa rezeki dari Allah.

Rasa cukup adalah kunci ketenangan hati dalam menyikapi rezeki, sebab tidak semua yang terlihat besar memiliki nilai di sisi Allah, Islam mengajarkan bahwa keberkahan jauh lebih utama daripada jumlah semata.

Sering kali manusia gelisah karena membandingkan rezekinya dengan orang lain, padahal setiap takaran sudah ditentukan dengan hikmah. Apa yang tampak “tidak ada nilainya” bisa jadi itulah yang paling menjaga iman dan akhlak.

Rezeki yang sedikit namun halal dan membawa ketenangan hati lebih baik daripada limpahan harta yang mengundang lalai, Allah menilai bukan banyaknya, tetapi bagaimana rezeki itu mendekatkan hamba kepada-Nya.

Rasa cukup melatih jiwa untuk tidak tamak dan tidak berlebihan dalam berharap pada dunia. Dengan qana’ah, seseorang belajar bersyukur atas apa yang ada tanpa mengeluh atas apa yang tiada.

Islam menanamkan keyakinan bahwa rezeki yang diridhai Allah selalu membawa kebaikan, meski tidak selalu terlihat oleh mata. Kadang Allah menjauhkan hamba dari sesuatu yang tampak menguntungkan demi menyelamatkan hatinya.

Ketika hati dipenuhi rasa cukup, hidup terasa lebih ringan dan ibadah menjadi lebih khusyuk, tidak ada iri yang membakar, tidak ada keluh yang mematikan syukur.

Akhirnya, rasa cukup adalah bentuk keimanan yang matang, menerima ketentuan Allah dengan lapang dada,  disanalah letak kekayaan sejati, rezeki yang sederhana namun bernilai ibadah dan diridhai Allah. Wallahu'alam Bishawab!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....