Bujang Dara Gawai Siap Tampil di Nasional

  • 10 Sep 2025 19:45 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Bujang dan Dara Gawai 2025, Billy dan Gebi, tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Putra-Putri Budaya Indonesia yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober mendatang. Keduanya akan mewakili Kalimantan Barat dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

Dalam siaran langsung program Nongkrong Bareng Pro 2, di studio Pro 2 RRI Pontianak, Senin (8/9/2025), Billy menegaskan bahwa peran mereka bukan sekadar gelar simbolis, melainkan juga tanggung jawab besar sebagai ikon pemuda Dayak. “Kami sebagai representatif pemuda Dayak punya kewajiban untuk mempromosikan budaya. Tak hanya upacara adat, tetapi juga cara makan, berburu, hingga tarian, semua harus dikenalkan kepada banyak orang,” ungkapnya.

Billy bahkan telah menginisiasi langkah nyata dengan memperkenalkan sejarah Dayak Iban di Kalimantan Barat. Ia menekankan bahwa Dayak Iban tidak hanya ada di Sarawak, Malaysia, tetapi juga tersebar di daerah Sintang dan Sanggau. “Ini penting agar orang tahu kalau Iban juga bagian dari Indonesia, tepatnya di Kalimantan Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Gebi menyoroti sisi perilaku dan citra positif yang harus ditampilkan sebagai Dara Gawai. “Yang saya bawa bukan nama pribadi, tapi juga nama sanggar, sekber, dan tentu Dayak itu sendiri. Jadi tanggung jawab kami bukan hanya saat menghadiri undangan, tapi juga dalam keseharian. Bagaimana berperilaku sebagai pemuda Dayak yang baik,” jelasnya.

Keduanya juga menyinggung tantangan besar di tengah derasnya arus budaya luar. Menurut mereka, salah satu cara agar budaya Dayak tetap dicintai generasi muda adalah melalui media sosial. “Promosi budaya bisa lewat konten digital. Misalnya tenun Dayak yang dikreasikan menjadi fashion modern atau tarian yang dipadukan dengan tren musik. Itu bisa bersaing dengan budaya luar,” kata Gebi.

Billy menambahkan bahwa kolaborasi musik tradisional juga bisa menjadi daya tarik tersendiri. “Sape punya ciri khas unik. Kalau dipadukan dengan musik modern, bahkan dengan DJ, hasilnya bisa jadi tren baru,” tuturnya.

Tidak hanya soal seni, Gebi juga menyinggung kuliner tradisional. Ia mencontohkan minuman tuak yang masih sering mendapat stigma negatif. “Padahal tuak itu bagian dari adat, biasanya hadir di acara besar. Kalau dikemas dengan baik, bisa jadi ciri khas budaya Dayak yang membanggakan,” ujarnya.

Menjelang keberangkatan ke Jakarta, keduanya sudah menjalani berbagai pra-tugas, mulai dari photoshoot dengan busana adat, catwalk challenge, hingga video bakat. “Manajemen waktu itu penting, apalagi kami masih kuliah. Tapi syukurlah ada banyak pihak yang mendukung,” kata Billy.

Baik Billy maupun Gebi berharap dukungan masyarakat Kalimantan Barat untuk perjuangan mereka di tingkat nasional. “Hidup itu tidak menunggu badai berhenti, tapi belajarlah menari di tengah badai,” ucap Billy memberi semangat. Sementara Gebi menutup dengan pesan, “Kesempatan itu selalu ada, tinggal kita siap atau tidak untuk menerimanya.”

Baca juga: Talenta Musisi Muda Kalbar Melaju ke Ajang Nasional

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....