Berbakti Kepada Orang Tua Tak Sekadar Adab
- 19 Mei 2025 05:58 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pesan Ustaz Yusnaini dalam acara Hikmah Pagi RRI Pro 4 Pontianak, Senin (19/5/2025), menyentuh aspek yang sangat fundamental dalam kehidupan seorang muslim, yakni bakti kepada orang tua. Dalam tausiyahnya, ia menekankan kebaikan kepada orang tua bukan hanya sekadar adab sosial, melainkan juga merupakan ibadah yang membuka pintu ridho Allah. Sebaliknya, sikap kasar dan tidak menghargai orang tua bisa mengundang kemurkaan Allah.
Konsep bahwa "ridho Allah terletak pada ridho orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan orang tua" menegaskan betapa hubungan kita dengan orang tua memiliki dampak besar, baik di dunia maupun di akhirat.
Cara berbakti yang disarankan pun cukup konkret. Saat orang tua masih hidup, kita dianjurkan untuk selalu berkata dengan lembut dan penuh penghormatan, serta tidak melupakan doa sebagai bentuk penghargaan dan syukur atas segala pengorbanan mereka. Sedangkan untuk orang tua yang telah meninggal, bentuk bakti yang dapat kita lakukan antara lain dengan bersedekah atas nama mereka atau mengalihkan amal ibadah (seperti menginfakkan pahalanya) kepada mereka. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa amal baik sekalipun dilakukan setelah orang tua meninggalkan dunia, pahalanya tetap mengalir kepada mereka apabila niatnya benar.
Penguatan pesan ini juga diambil dari QS. Al-Isra ayat 23-24, yang mengingatkan agar kita tidak hanya menghindari sikap kasar tetapi juga selalu memperlakukan orang tua dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Ayat-ayat tersebut menggarisbawahi bahwa ketaatan dalam berbakti kepada orang tua adalah perintah illahi, yang harus diterapkan terutama ketika mereka telah menginjak usia senja dan kerap membutuhkan lebih banyak perhatian serta kasih sayang.
Di sela-sela tausiyah tersebut, Ustaz Yusnaini juga mengajak pendengar untuk melantunkan doa termahsyur: “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani shagira”. Doa ini tidak hanya menjadi pengharapan pribadi untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah, melainkan juga sebagai ungkapan terima kasih atas cinta dan pengorbanan orang tua kita sewaktu kecil.
Dengan mengamalkan doa ini secara rutin, kita menyematkan nilai bakti dalam setiap level kehidupan, seolah-olah kita memang tak pernah lepas dari kewajiban spiritual dan emosional tersebut. Dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan kesibukan dan distraksi, pesan seperti ini memberikan pengingat mendalam untuk tidak melupakan akar dan nilai-nilai keluarga.
Setiap tindakan lembut, kata-kata yang penuh hormat, maupun doa yang rutin merupakan investasi spiritual yang berdampak positif, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat yang lebih harmonis. Semangat untuk berbakti kepada orang tua, apakah mereka masih bersama atau telah tiada, adalah fondasi yang akan menumbuhkan empati, kasih sayang, dan rasa syukur dalam diri kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....