Mengenal Terap, "Kembaran" Nangka Asal Hutan Borneo yang Lembut dan Manis
- 05 Agt 2026 10:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kekayaan alam Borneo tak pernah habis memberikan kejutan kuliner khas yang menggugah selera. Di antara beranekaragam hasil hutan tropis Kalimantan, terdapat satu buah unik yang kerap menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan, yakni buah Terap.
Secara bentuk fisik, buah dengan nama ilmiah Artocarpus odoratissimus ini sepintas mirip dengan nangka atau cempedak. Namun, begitu menyentuh kulitnya, Anda akan menemukan keunikan tersendiri: bulu-bulu halus berukuran lunak yang menyelimuti seluruh permukaan kulit buah berwarna hijau keemasan tersebut.
Aroma Khas dan Tekstur Lembut Lumer di Mulut
Tak hanya tampilan luar yang eksotis, sensasi menyantap buah terap juga menawarkan pengalaman yang berbeda. Saat buah sudah matang sempurna, kulitnya sangat mudah dibelah hanya dengan menggunakan tangan tanpa memerlukan pisau.
Di balik kulitnya, tersembunyi daging buah berwarna putih bersih yang tersusun rapi mengelilingi poros tengahnya. Berbeda dengan nangka yang berserat padat atau cempedak yang cenderung lengket, daging buah terap memiliki tekstur yang sangat lembut, kenyal, dan seolah lumer begitu masuk ke dalam mulut. Rasa manisnya pas dengan sentuhan aroma wangi gurih yang khas.
Cara Nikmat Menyantap Buah Terap
Masyarakat lokal Kalimantan biasanya menikmati buah terap dalam beberapa cara unik:
- Dimakan Langsung: Menikmati buah terap segar yang baru dibelah menjadi cara paling populer untuk merasakan keaslian teksturnya.
- Olahan Biji Terap: Jangan terburu-buru membuang bijinya. Biji buah terap yang sudah dibersihkan dapat disangrai atau direbus dengan sedikit garam, menghasilkan camilan gurih serupa kacang tanah.
- Sajian Es Campur: Daging buah terap juga kerap dijadikan campuran minuman dingin atau es buah untuk menambah aroma wangi alami.
Keberadaan Musiman yang Dinanti
Buah terap merupakan buah musiman yang biasanya dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional di kawasan Kalimantan Barat dan sekitarnya menjelang akhir atau awal tahun. Keberadaannya yang tidak tersedia sepanjang tahun menjadikan buah terap sebagai salah satu sajian kebanggaan yang selalu dinantikan oleh masyarakat lokal maupun para pencinta kuliner nusantara.
Baca juga: Mengubah Gulma Menjadi Karya: Pesona Kerajinan Akar Keladi Air Khas Kalbar
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....