Meneruskan Resep Warisan, Lopes Vivi Kamboja Hadir di Waterfront Pontianak

  • 25 Jul 2026 10:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak-Usaha Lopes Vivi Kamboja merupakan kelanjutan dari usaha keluarga yang telah dirintis sejak tahun 2018. Vivi mengungkapkan bahwa dirinya hanya meneruskan usaha sang ibu yang lebih dahulu berjualan lopes.

“Saya hanya meneruskan usaha mama saya. Awal 2018 mama saya duluan yang jualan sampai 2021,” ujar Vivi Mulyanti, Owner Lopes Vivi Kamboja saat Teras UMKM di Pro 4 RRI Pontianak, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurutnya, sang ibu mulai berjualan pada 2018 dan memperoleh sambutan yang cukup baik dari masyarakat hingga tahun 2021. Setelah kawasan Waterfront Pontianak selesai dibangun, lokasi berjualan Vivi berada di Gang Kamboja yang berada di kawasan tersebut.

Vivi menjelaskan bahwa ibunya kemudian memutuskan berhenti berjualan karena harus fokus menjaga cucu. Selama kurang lebih satu hingga dua tahun, usaha tersebut sempat vakum.

Perjalanan Awal Lopes Vivi Kamboja

Setelah kembali dari Kuala Lumpur pada tahun 2022, Vivi mengaku tidak memiliki aktivitas selama sekitar satu tahun. Pada tahun 2023, ia meminta izin kepada ibunya untuk melanjutkan usaha lopes keluarga, dan permintaan tersebut mendapat restu.

“Pulang dari Kuala Lumpur 2022 ke Pontianak, sempat selama 1 tahun saya tidak ada kegiatan apapun. Pada 2023 saya Tanya mama biar meneruskan jualan lopes, Mama bilang boleh,” kata Vivi.

Ia menuturkan bahwa pada masa awal berjualan, usahanya hanya mengolah sekitar 10 kilogram ketan. Jumlah tersebut biasanya baru habis terjual dalam waktu dua hari. “Dengan berjalannya waktu, awalnya sabtu-minggu saya jualan 10 kilo baru habis 2 hari," ucapnya.

Mempertahankan Resep Asli untuk Menjaga Cita Rasa

Vivi mengatakan bahwa lopes yang dijual memiliki bentuk panjang dan bulat. “Lopes saya yang ukuran panjang bulat dengan cara potong menggunakan tali,” ujarnya.

Mengenai cita rasa, Vivi menegaskan bahwa resep yang digunakan merupakan resep asli warisan ibunya dan tidak pernah mengalami perubahan. Seluruh proses pembuatan tetap mengikuti ajaran sang ibu. “Resep lopes dari mama saya, resep ndak pernah berubah. Apa yang diajarkan itulah yang saya buat,” katanya, menambahkan.

Komitmen Menggunakan Bahan Berkualitas demi Menjaga Kualitas Rasa

Ia menjelaskan bahwa keunggulan lopes buatannya terletak pada teksturnya yang legit dan pulen. Selain itu, ia hanya murni menggunakan pulut ketan super tanpa campuran bahan lain sehingga kualitas rasa tetap terjaga.

“Kelebihan lopes saya legit, pulen yang dimasak lama selama 7 jam. Saya pakai pulut ketan super untuk jaga kualitas saya tidak mencampurnya dengan beras maupun ubi, jadi semua murni bahan pulut ketan,” ujarnya.

Untuk pelengkapnya, gula merah yang digunakan juga murni tanpa campuran berbagai tepung. “Gula merah juga ndak ada campuran maizena maupun tepung kanji.

Waterfront Pontianak, Nilai Tambah bagi Lopes Vivi Kamboja

Selain mengandalkan cita rasa, Vivi menyebut lokasi lapaknya juga menjadi daya tarik tersendiri. Lapak Lopes Vivi Kamboja menghadap langsung ke Sungai Kapuas di kawasan Waterfront Pontianak sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan sungai sambil menikmati sajian lopes.

Menurutnya, usaha tersebut buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Khusus pada malam akhir pekan, jam operasional diperpanjang hingga sekitar pukul 21.00 atau 21.30 WIB karena jumlah pengunjung biasanya meningkat.

“Jualannye dari jam 2 siang sampai jam 8 malam. Kalau malam minggu penjualan lebih meningkat, Sabtu-minggu kite jualan sampai jam 9 sampai jam setengah 10 malam,” ujarnya.

Penyesuaian Harga Tak Kurangi Komitmen Melayani Pelanggan

Saat ini harga lopes mengalami penyesuaian seiring meningkatnya harga bahan baku, terutama pulut yang disebutnya naik hingga sekitar 80 persen. Jika sebelumnya satu porsi berisi empat potong dijual seharga Rp10.000, kini harganya menjadi Rp12.000 per porsi.

Pelanggan yang ingin membawa lopes ke luar kota, ia menyarankan membeli lopes batangan beserta gula merah dan kelapa parut. “Kalau mau di bawa ke luar kota, saya sarankan beli yang perbatang lengkap dengan gula dan kelapa seharga 40 ribu ini sama dengan 4 porsi,” katanya lagi.

Komitmen Menjaga Kualitas Melalui Proses Produksi yang Higienis

Untuk menjaga mutu produk, dalam proses pembuatan hingga ke tangan konsumen Vivi menjaga kebersihan dengan menggunakan peralatan standar kesehatan. “Untuk menjaga kualitas dan kebersihan, potong dan packing kita selalu menggunakan sarung tangan,” ujarnya.

Ia juga bersyukur karena Pemerintah Kota Pontianak memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berjualan di kawasan Waterfront. “Pemerintah mengizinkan untuk berjualan di water front, yang penting dijaga kebersihannya,” ujarnya.

Vivi sangat senang, karena sejumlah pejabat, pernah berkunjung ke lapaknya. “Salam Ibu Kapolsek, Bapak Kapolresta udah mampir ke tempat kita,” ujarnya.

Terakhir Vivi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memberikan dukungan untuk mampir menikmati Lopes Vivi Kamboja. “Terima kasih banyak yang sudah support kita yang udah datang ke Lopes Vivi Kamboja,” katanya, mengakhiri.

Baca juga: Makanan Khas Melayu Kalbar: Warisan Rasa yang Sarat Budaya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....