Dari Hobi Jadi Usaha, Kisah Bakso Gepeng Pontianak
- 27 Okt 2025 19:21 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Bakso adalah salah satu kuliner yang disukai banyak orang dan mudah ditemui di mana saja dan cocok dinikmati di berbagai suasana. Bakso yang dulunya hanya berbentuk bulat, sekarang sudah semakin beragam bentuk dan isiannya.
Berawal dari kesukaannya makan bakso, owner Bakso Sakha, Sefti Ariani, melihat peluang usaha dari berjualan bakso yang menjadi favorit banyak orang. Agar berbeda, Sefti menjual bakso gepeng yang memang masih jarang dijumpai. Dari menjual bakso dalam bentuk frozen food sekarang Sefti sudah mempunyai outlet sendiri.
Saat hadir di acara Mozaik Indonesia di RRI Pontianak pada Senin (27/10/2025) sore, Sefti menceritakan bahwa menjual bakso gepeng memang memiliki tantangan tersendiri yaitu harga yang lebih mahal di banding bakso original. Hal ini karena bahannya harus daging yang benar-benar segar, cara pengolahan yang cukup sulit, dan tidak tahan lama.
“Kalau gagal teksturnya tidak halus jadi bolong–bolong, terus bakso gepeng penyimpanannya tidak boleh di freezer karena bisa berubah teksturnya dan bakso gepeng ini tidak tahan lama,” ucap Sefti.
Dalam menjalankan usahanya, jatuh bangun dihadapi terutama saat masa Covid-19. Usahanya sempat tutup dan hanya berjualan bakso dalam bentuk frozen.
Ketika keadaan sudah lebih stabil, Sefti dapat berjualan kembali bahkan juga menjual menu lain, seperti mietiaw dan nasi goreng. Selain itu, ia juga menjual sambal botolan hasil racikannya sendiri.
Bakso Sakha sudah memiliki sertifikasi halal dari LPPOM MUI Kalbar dan menjadi satu-satunya bakso gepeng yang sudah bersertifikasi halal di Kota Pontianak. Tersedia beberapa pilihan bakso dari yang original dengan harga lima belas ribu rupiah hingga yang spesial dua puluh lima ribu rupiah. Outletnya beralamat di Jalan Alianyang Pontianak
Ke depannya Sefti mengaku ingin memiliki usaha penggilingan bakso. “Sekarang sedang menabung untuk beli alat penggilingan bakso yang lebih besar, doakan saja,” katanya.
Baca juga: Dari Waktu Luang Jadi Usaha ‘Ruang Tunggu’
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....