Mengenal Narcistic Personality Disorder (NPD)
- 06 Sep 2023 16:45 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Narcistic personality disorder (NPD) atau gangguan kepribadian
narsistik adalah sebuah kondisi di mana seseorang merasa dirinya lebih baik
daripada orang lain. Tujuannya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain dan
selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Pengidap NPD cenderung memiliki sifat egois dan kurang berempati terhadap perasaan orang lain di sekitarnya. Mereka kesulitan dalam membangun relasi dengan orang lain karena kerap kali berhadapan dengan masalah di lingkungan sosial.
Narsistik berbeda halnya dengan rasa percaya diri yang dimiliki oleh seseorang. Rasa percaya diri yang sehat terbentuk oleh kualitas rasa mawas diri seseorang dan memiliki kepribadian yang rendah hati. Sedangkan, Narsistik terbentuk karena rasa takut akan sebuah kegagalan dan tidak ingin mengakui kelemahannya. Alih-alih, mereka mudah terserang depresi jika dikritik orang lain karena tidak diakui sesuai dengan yang diharapkan.
Hingga kini, faktor-faktor penyebab munculnya gangguan mental ini belum diketahui secara pasti. Namun, penderita NPD akan menunjukkan pola-pola yang serupa, seperti riwayat keluarga yang mengidap narcissistic personality disorder (NPD), pola asuh orang tua yang tidak tepat, pengalaman traumatis di masa lalu, memiliki karakteristik superior dan sifat yang mudah emosi.
Jika Anda merasa memiliki NPD, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Umumnya, metode utama untuk mengatasi narsistik adalah terapi psikologis, terapi wicara (psikoterapi) dan terapi perilaku kognitif.
Selain terapi, obat-obatan juga dapat diberikan untuk membantu meredakan gejala penyerta, seperti gangguan kecemasan atau depresi. Contohnya, antidepresan untuk mengatasi permasalahan depresi, antimania untuk mengendalikan gangguan suasana hati dan antipsikotik untuk mengatasi gangguan kecemasan.
Metode terapi dan pengobatan ini betujuan agar pasien bisa memahami diri sendiri dengan lebih baik dan mampu mengendalikan perilakunya. Perlu diingat, gangguan mental bukanlah suatu aib yang harus disembunyikan dan diabaikan.
Penulis: Tobias Aprin Dese (Siaran)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....