Sering Pakai Dry Shampoo? Waspadai Ketombe dan Residu
- 30 Sep 2026 13:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Dry shampoo dan hair powder kerap menjadi penyelamat ketika rambut mulai lepek, tetapi belum sempat keramas. Produk ini dapat membantu menyerap minyak sehingga rambut terlihat lebih segar. Namun, pada sebagian orang, pemakaian dry shampoo justru diikuti munculnya serpihan putih di kulit kepala yang sekilas tampak seperti ketombe.
Padahal, serpihan tersebut belum tentu merupakan ketombe. Penyebabnya bisa berasal dari penumpukan residu produk yang bercampur dengan minyak, keringat, dan sel kulit mati di kulit kepala.
Dry shampoo pada dasarnya bekerja dengan menyerap minyak, bukan membersihkan kulit kepala seperti sampo dan air. Karena itu, minyak, keringat, sel kulit mati, serta sisa produk tetap dapat berada di kulit kepala meskipun rambut terlihat tidak terlalu berminyak. Sejumlah sumber kesehatan juga menegaskan bahwa dry shampoo tidak dapat sepenuhnya menggantikan keramas menggunakan sampo dan air.
Jika digunakan terlalu sering atau tidak dibersihkan dengan baik, residu dry shampoo maupun hair powder dapat menumpuk di rambut dan kulit kepala. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi. Penumpukan pada folikel juga berpotensi memicu peradangan pada kulit kepala.
Serpihan putih yang muncul setelah penggunaan dry shampoo bisa saja merupakan sisa produk yang bercampur dengan minyak dan sel kulit mati. Namun, kulit kepala yang mengalami iritasi juga dapat mengelupas dan menghasilkan serpihan yang menyerupai ketombe.
Perlu dibedakan antara residu produk dan ketombe. Residu biasanya muncul setelah penggunaan produk dan dapat berkurang setelah rambut serta kulit kepala dibersihkan. Sementara itu, ketombe berkaitan dengan pengelupasan kulit kepala dan dapat disertai rasa gatal. Pada kondisi tertentu, keluhan yang menetap juga bisa berkaitan dengan dermatitis seboroik atau masalah kulit kepala lainnya.
Cara penggunaan produk juga dapat memengaruhi banyaknya residu. Untuk dry shampoo berbentuk semprot, produk sebaiknya diaplikasikan sesuai petunjuk pada kemasan dan tidak terlalu dekat dengan kulit kepala. Setelah minyak terserap, rambut dapat disisir agar sisa produk lebih merata dan tidak menggumpal di satu area.
Dry shampoo sebaiknya digunakan sebagai solusi sementara ketika tidak sempat keramas, bukan sebagai pengganti keramas secara rutin. Rambut dan kulit kepala tetap perlu dibersihkan menggunakan sampo dan air untuk mengangkat minyak, keringat, sel kulit mati, serta sisa produk.
Jika penggunaan produk menyebabkan kulit kepala terasa gatal atau muncul penumpukan, segera bersihkan rambut dengan sampo biasa. Penggunaan sampo pembersih mendalam atau clarifying shampoo juga dapat dilakukan sesekali sesuai kebutuhan dan kondisi rambut.
Apabila serpihan tidak kunjung hilang meski sudah menghentikan penggunaan produk, atau muncul keluhan seperti gatal berkepanjangan dan kulit kepala kemerahan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Sebab, kondisi tersebut bisa saja bukan sekadar residu dry shampoo, melainkan ketombe atau masalah kulit kepala lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....