Menjaga Kesehatan Menghadapi Peralihan Musim di Pontianak
- 29 Sep 2026 13:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sering disambut lega oleh warga Pontianak yang berminggu-minggu dikepung kabut asap. Namun, jangan buru-buru mengendurkan kewaspadaan.
Melansir dari BMKG Kalbar, El Niño sangat kuat masih berlangsung dan musim hujan 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat. Artinya hujan yang turun sesekali belum tentu menghentikan karhutla.
Polda Kalbar juga menjelaskan bahwa struktur tanah gambut yang dalam membuat api merambat di bawah permukaan sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan tuntas. Karena itu, masker dan pemantauan ISPU sebaiknya tetap disiapkan selama masa peralihan ini.
Di sisi lain, hujan membawa ancaman kesehatan yang berbeda, yaitu demam berdarah dengue (DBD). Melansir dari Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah terbitan Universitas Tanjungpura yang meneliti DBD di Kota Pontianak dengan data periode 2015–2022 dan 60 responden (30 kasus dan 30 kontrol), suhu, kelembapan, dan jumlah hari hujan memiliki hubungan nyata dengan kejadian DBD.
Faktor iklim tersebut berkaitan dengan percepatan siklus hidup dan perilaku nyamuk. Temuan ini menarik karena yang berperan bukan sekadar deras atau tidaknya hujan, tetapi seberapa sering hujan turun dan seberapa lembap udaranya. Jadi, hujan ringan yang datang berulang pun perlu diwaspadai.
Jurnal yang sama juga menemukan bahwa curah hujan tidak berkorelasi nyata dengan kejadian DBD, dan hubungan antara Angka Bebas Jentik dan kejadian DBD juga tidak nyata. Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan perilaku masyarakat yang belum melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan benar.
Dengan kata lain, angka bebas jentik yang tampak baik di atas kertas belum tentu berarti lingkungan benar-benar bersih. Inilah alasan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang bekas penampung air, perlu dilakukan sungguh-sungguh sebelum hujan turun rutin.
Selain DBD, daya tahan tubuh juga perlu dijaga. Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat kenaikan kasus ISPA sekitar 5–10 persen dari kasus harian dalam satu minggu pada akhir Agustus, sehingga saluran napas yang baru terpapar asap masih rentan terhadap pilek dan flu di masa peralihan.
Istirahat cukup, makanan bergizi, dan minum air yang cukup adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan. Setelah asap reda, bersihkan juga debu dan abu di rumah, serta periksa atap, talang, dan instalasi listrik sebelum hujan deras datang. Untuk warga dengan asma atau gangguan jantung, pastikan stok obat rutin tersedia.
Baca juga: Peran Operasi Modifikasi Cuaca dalam Menciptakan Hujan Buatan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....