Terapi Bunga: Alasan Merawat Kemboja hingga Anggrek Bikin Pikiran Lebih Tenang
- 09 Sep 2026 09:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah padatnya rutinitas harian, rasa lelah dan stres kerap datang tanpa diundang. Menariknya, salah satu cara paling sederhana untuk memulihkan energi pikiran ternyata ada di sekitar kita, yakni melalui bunga. Aktivitas visual maupun sentuhan fisik saat merawat tanaman berbunga terbukti secara psikologis mampu meredakan ketegangan jiwa.
Fenomena ini dikenal sebagai floral therapy atau terapi bunga. Tidak sekadar menjadi penghias sudut rumah, keberadaan bunga berwarna-warni dengan aroma khasnya memiliki dampak positif yang nyata bagi kesehatan mental.
Sentuhan Visual yang Menenangkan
Melihat warna-warni mahkota bunga yang mekar segar dapat memicu otak melepaskan hormon dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini berperan penting dalam menghadirkan rasa bahagia dan menurunkan kadar hormon kortisol pemicu stres.
Pemandangan alami berupa kelopak bunga yang indah memberikan jeda bagi mata dan pikiran dari paparan layar gawai. Efek visual ini menciptakan sensasi rileks instan yang membuat suasana hati menjadi lebih stabil.
Sensori Aroma Penghalau Cemas
Selain keindahan visual, wewangian alami dari jenis bunga tertentu seperti melati, mawar, hingga lavender memiliki efek aromaterapi yang kuat. Hirupan aroma segar bunga membantu mengendurkan saraf yang tegang dan memperlambat detak jantung yang terpacu akibat tekanan pekerjaan.
Menghirup aroma bunga di pagi hari juga dapat menjadi ritual kecil untuk membangun kesadaran (mindfulness) sebelum memulai aktivitas harian yang padat.
Seni Melatih Kesabaran dan Empati
Aktivitas merawat bunga—mulai dari menyiram, memangkas daun kering, hingga mengganti media tanam—menuntut fokus penuh pada momen saat ini. Proses telaten ini mengalihkan pikiran dari rasa cemas berlebih terhadap masa depan maupun penyesalan masa lalu.
Ketika kuncup bunga akhirnya mekar berkat perawatan yang konsisten, ada rasa pencapaian (sense of accomplishment) yang berharga. Perasaan berguna dan berhasil merawat makhluk hidup lain inilah yang menguatkan resiliensi emosional seseorang.
Menghadirkan pot bunga kecil di meja kerja atau merawat taman mungil di pekarangan rumah bisa menjadi investasi sederhana untuk kesehatan mental. Tidak perlu kebun yang luas, secangkir perhatian untuk setangkai bunga sudah cukup untuk mengembalikan kedamaian di tengah riuk-pikuk kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....