Waspada PM 2.5, Dokter Paru RSUD TBSI Ingatkan Bahaya Kabut Asap bagi Kesehatan
- 29 Agt 2026 12:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti wilayah Kalimantan Barat. Hal tersebut juga dibahas dalam program dialog "Indonesia Sehat" pada Jumat, 28 Agustus 2026, dengan tema "Sehat Hadapi Kabut Asap: Tips Lindungi Diri dan Keluarga". Program yang disiarkan pukul 10.05 hingga 11.00 WIB ini menghadirkan dr. Frada Gunanta Tarigan, Sp.P, dokter spesialis paru di RSUD TBSI Kabupaten Kubu Raya, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, dr. Frada menjelaskan bahaya partikel halus PM 2.5 yang terkandung dalam kabut asap. "Untuk PM 2.5 sendiri itu sangat berbahaya karena dia bisa mencapai alveoli atau alveoli itu adalah tempat pertukaran gas di paru sehingga menyebabkan penyakit-penyakit infeksi paru," ujarnya.
Terkait langkah perlindungan diri, dr. Frada menekankan pentingnya penggunaan masker saat beraktivitas di tengah kabut asap. "Memakai masker itu minimal adalah memakai masker bedah. Namun yang paling baik sebenarnya masker N95," jelasnya.
Soal aktivitas fisik, dr. Frada mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. "Kalau ditanya apakah aman atau tidak, ya tidak aman karena ada risiko paparan. Olahraga itu penting, namun kondisi sekarang itu tidak baik untuk paru-paru," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga hidrasi tubuh selama masa kabut asap. "Tubuh kita 7% cairan sehingga cairan itu akan melebarkan mukosa-mukosa kita baik di mata, di hidung, maupun di paru sehingga partikel yang terhirup itu dapat dikeluarkan dengan baik oleh mekanisme tubuh kita," katanya.
Sebagai pesan penutup, dr. Frada mengajak masyarakat untuk lebih waspada di tengah kondisi karhutla saat ini. "Untuk menghadapi kondisi karhutla saat ini, pertama kita mengurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian, bagi pasien yang sudah memiliki penyakit bawaan seperti asma atau PPOK, sebaiknya menggunakan inhaler secara rutin untuk memaintenance saluran napasnya," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....