Cara Membersihkan Rumah dari Debu dan Asap Karhutla dengan Aman

  • 28 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Musim karhutla tak hanya mengganggu aktivitas di luar rumah, tetapi juga mengancam kualitas udara di dalam hunian. Partikel halus PM2.5 yang menjadi komponen utama kabut asap sangat mudah menyusup melalui celah ventilasi rumah, dan jika dibiarkan menumpuk di dalam ruangan, kualitas udara indoor bisa sama buruknya dengan kondisi di luar. Karena itu, menciptakan rumah yang aman dari paparan asap menjadi langkah mitigasi mandiri yang penting dilakukan warga Pontianak dan Kalimantan Barat saat musim kabut asap tiba.

Langkah paling mendasar adalah menutup seluruh titik masuknya udara luar ke dalam rumah, mulai dari pintu, jendela, hingga ventilasi udara lainnya. Bila jendela ingin dibuka sesekali untuk sirkulasi udara, sebaiknya dilakukan hanya saat kualitas udara di luar sedang membaik, bukan pada waktu kabut asap sedang pekat.

Sementara itu, penggunaan kipas angin gantung maupun AC yang menyedot udara langsung dari luar sebaiknya dihentikan sementara, dan diganti dengan mode sirkulasi dalam ruangan atau recirculate agar udara bersih yang sudah ada di dalam rumah tetap terjaga tanpa tercampur udara kotor dari luar.

Untuk menutup celah-celah kecil yang sering luput dari perhatian, seperti sela-sela pintu dan jendela, pemasangan weather stripping atau strip karet penutup celah dapat menjadi solusi praktis dan terjangkau. Selain itu, menempatkan handuk basah atau kain lembap di bagian bawah pintu turut membantu menghalangi partikel asap yang menyelinap masuk melalui celah tersebut. Penggunaan gorden berbahan microfiber pada jendela juga bisa menjadi lapisan tambahan, karena bahan ini dikenal efektif menyaring debu dan partikel halus yang berusaha masuk ke ruangan.

Di sisi purifikasi udara, masyarakat tidak harus selalu mengeluarkan biaya besar untuk membeli alat pembersih udara mahal. Menempelkan filter HEPA standar pada bagian belakang kipas angin kotak dapat menciptakan sistem filtrasi sederhana buatan sendiri yang cukup efektif menyaring partikel asap.

Menambahkan tanaman indoor seperti lidah mertua, peace lily, atau spider plant turut membantu menyerap sejumlah senyawa berbahaya di udara sekaligus menjaga kelembapan ruangan secara alami.

Ketika tiba saatnya membersihkan debu dan sisa partikel asap yang telah menumpuk di dalam rumah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar proses pembersihan tidak justru menyebarkan kembali partikel halus ke udara. Menyapu debu kering di dalam ruangan sebaiknya dihindari, karena tindakan ini dapat membuat partikel-partikel halus kembali melayang di udara. Sebagai gantinya, permukaan yang keras seperti lantai, dinding, dan meja lebih baik dibersihkan menggunakan kain lembap atau dipel dengan pembersih yang tidak mengandung bahan beracun.

Penggunaan vacuum cleaner dengan daya hisap kuat juga menjadi pilihan lebih aman dibandingkan menyapu manual, karena mampu mengangkat debu secara menyeluruh tanpa menyebarkannya kembali ke udara ruangan.

Perabotan lembut seperti sprei, gorden, dan pakaian yang telah terpapar asap sebaiknya dicuci secara terpisah menggunakan air dingin untuk mencegah kontaminasi menyebar ke pakaian lain. Kain yang telah menyerap debu atau abu juga sebaiknya tidak dikibaskan di dalam ruangan, karena tindakan ini justru dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan mengendap di permukaan lain.

Filter pada AC maupun sistem ventilasi rumah juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada penumpukan jelaga yang dapat mengganggu kinerja alat sekaligus mencemari udara yang dihasilkan.

Dengan kombinasi upaya menutup celah masuknya udara luar, memaksimalkan filtrasi udara dalam ruangan, serta menerapkan teknik pembersihan yang tepat, rumah dapat menjadi benteng pertahanan yang efektif melindungi kesehatan keluarga dari paparan debu dan partikel berbahaya selama musim karhutla melanda Kalimantan Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....