Tips Merawat Rambut Tetap Sehat di tengah Panas dan Kabut Asap
- 27 Agt 2026 20:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Musim kemarau di Kalimantan Barat selalu membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan rambut. Selain suhu udara yang meningkat, kondisi karhutla yang kerap terjadi di wilayah ini menambah beban paparan debu dan partikel asap pada kulit kepala dan helai rambut sepanjang hari. Kombinasi panas, keringat, dan udara berdebu ini membuat rambut lebih rentan kering, kusam, dan mudah lepek dibandingkan pada kondisi cuaca normal.
Menurut data survei JakPat terhadap ribuan responden di Indonesia, kulit kepala berminyak dan rambut berminyak menjadi dua masalah rambut utama yang dialami masyarakat, dengan sekitar 40 persen mengalami kulit kepala berminyak dan 30 persen menghadapi rambut berminyak, kondisi yang diperparah oleh paparan panas matahari dan polusi harian. (Bisnis) Fenomena ini semakin relevan bagi warga Pontianak dan sekitarnya yang harus beraktivitas di luar ruangan saat kabut asap menyelimuti kota.
Paparan panas dan sinar matahari secara langsung juga berdampak pada struktur rambut itu sendiri. Sinar ultraviolet diketahui dapat merusak lapisan kutikula rambut secara bertahap, sehingga rambut kehilangan kelembapan alaminya dan menjadi lebih rapuh serta mudah bercabang di bagian ujung. Kondisi ini tidak selalu langsung terasa, namun muncul perlahan sebagai respons kulit kepala dan rambut terhadap lingkungan yang keras.
Selain faktor kekeringan, suhu panas dan kelembapan juga menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia, penyebab umum ketombe. Jamur ini memanfaatkan minyak berlebih pada kulit kepala sebagai sumber makanan, sehingga meningkatkan iritasi dan mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Kebiasaan seperti memakai helm dalam waktu lama tanpa rutin membersihkannya turut memperparah kondisi ini, sesuatu yang patut diwaspadai bagi warga yang banyak menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi harian di tengah udara berdebu.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, ada beberapa langkah perawatan yang dapat diterapkan secara konsisten. Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan rambut dari dalam, sementara asupan buah dan sayuran turut memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan helai rambut. Penggunaan masker rambut atau deep conditioner setidaknya sekali seminggu juga disarankan untuk menutrisi rambut secara intensif, terutama bagi rambut yang sudah menunjukkan tanda kerusakan seperti kering dan kusam.
Bahan-bahan alami seperti minyak kelapa dan minyak argan dikenal efektif melembapkan sekaligus memperbaiki struktur rambut yang rusak. Sebuah kajian literatur yang dimuat dalam jurnal Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan turut mengonfirmasi bahwa perawatan berbasis pelembap, protein, dan bahan alami efektif untuk menanggulangi kerusakan rambut ringan hingga berat, sementara produk dengan kandungan anti-inflamasi dan bebas sulfat lebih disarankan bagi kulit kepala yang mudah teriritasi.
Penggunaan hair oil sebelum keramas maupun sebagai sentuhan akhir penataan rambut juga dapat membantu melindungi rambut dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan panas alat styling, sekaligus menutrisi agar rambut tetap lembut dan berkilau. Di sisi lain, mengurangi penggunaan alat styling berbahan panas seperti hair dryer dan catokan saat cuaca sedang terik juga dapat membantu meminimalkan kerusakan tambahan pada rambut yang sudah terpapar panas sepanjang hari.
Bagi warga Pontianak yang beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara kurang bersahabat, penggunaan penutup kepala seperti topi atau hijab yang menyerap keringat dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan. Yang tidak kalah penting adalah rutin membersihkan rambut dan kulit kepala setelah beraktivitas di luar, khususnya jika terpapar debu atau kabut asap dalam waktu lama, guna mencegah penumpukan kotoran yang dapat memicu iritasi maupun ketombe. Dengan kebiasaan perawatan yang konsisten dan sederhana ini, rambut sehat bukan lagi sesuatu yang sulit dicapai meski berada di tengah tantangan cuaca tropis dan kondisi lingkungan Kalimantan Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....