BPSDM Kalbar Perkuat Kompetensi ASN Perempuan untuk Cegah Kanker sejak Dini

  • 12 Agt 2026 23:07 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • BPSDM Kalbar
  • Penguatan Kompetensi ASN Perempuan
  • Mencegah Kanker pada anak sejak dini

RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Barat menggelar kegiatan Penguatan Kompetensi ASN Perempuan dengan tema “Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker pada Anak Usia Sekolah” di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi ASN perempuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan, khususnya upaya deteksi dini dan pencegahan kanker.

Windy menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap ASN perempuan yang memiliki peran ganda, baik sebagai aparatur sipil negara maupun sebagai ibu dan pendidik utama di lingkungan keluarga.

“Ini merupakan kegiatan yang kami persembahkan khusus karena kecintaan dan kasih sayang kami kepada ASN Kalimantan Barat, khususnya perempuan,” ujar Windy, dalam sambutannya.

Menurutnya, ASN perempuan tidak hanya berperan sebagai pelayan publik dan role model di masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga. Karena itu, pengetahuan mengenai kesehatan dinilai penting agar perempuan dapat menjaga diri sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga.

Windy juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan kanker sejak dini. Salah satu upaya yang perlu didorong bersama adalah peningkatan cakupan vaksinasi sebagai bagian dari pencegahan kanker.

Windy menyebut, target cakupan vaksinasi pada 2030 diharapkan dapat mencapai 90 persen, sementara saat ini cakupannya masih berada di kisaran 20 hingga 30 persen.

“Ini tugas kita bersama. Saya minta ibu-ibu setelah keluar dari kegiatan ini bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi bisa menyampaikan informasi ini kepada teman, sahabat, keluarga, bahkan lingkungan terdekat,” katanya.

Windy berharap ASN perempuan yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi penyambung informasi mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker, terutama kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan penguatan kompetensi tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....