LKNU Kalbar Rilis Panduan Kesehatan untuk Siswa PAUD di tengah Kepungan Kabut Asap
- 09 Agt 2026 19:21 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontanak — Kualitas udara di Kota Pontianak kian mengkhawatirkan akibat dampak kebakaran lahan. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara pada Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 17:00 WIB, Indeks Kualitas Udara Pontianak menyentuh angka 188. Dengan tingkat polutan utama PM2.5 yang mencapai 108.5 µg/m³, kualitas udara saat ini resmi berstatus "Tidak Sehat".
Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi kelompok rentan, terutama anak-anak. Merespons situasi tersebut, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kalimantan Barat mengambil langkah cepat dengan merilis media edukasi kesehatan yang dirancang khusus untuk pelajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketua Lembaga Kesehatan PWNU Kalbar, dr. H. Fawaid Akbar, menekankan bahwa anak-anak membutuhkan pendekatan khusus agar mereka sadar akan bahaya asap tanpa merasa takut. Sebagai seorang dokter umum yang juga aktif sebagai Ketua Pokja BUNDA PAUD Kota Pontianak, dr. Fawaid memastikan materi edukasi ini dikemas dengan visual yang ceria dan bahasa yang sangat ramah anak.
Melalui kampanye bertajuk "Yuk, Jaga Kesehatan Kita dari Asap!", panduan ini merangkum lima langkah "pahlawan pelindung" yang bisa dipraktikkan langsung oleh anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah.
"Anak-anak diedukasi bahwa masker adalah perlengkapan pahlawan yang melindungi paru-paru mereka. Mereka diimbau untuk selalu memakai masker yang menutup hidung dan mulut saat terpaksa keluar rumah agar "debu jahat" tidak masuk," ujarnya.
Mengingat udara luar yang tidak bersahabat, anak-anak diarahkan untuk mengalihkan aktivitas bermain, menggambar, dan mendengarkan cerita di dalam ruang kelas atau di dalam rumah.
Selain itu, anak-anaknjuha dihimbau minum air putih diibaratkan seperti menyiram kotoran di tenggorokan, sebuah kebiasaan sederhana yang sangat dianjurkan setiap hari agar anak-anak terhindar dari batuk.
Kemudian, asupan nutrisi dari sayur, buah, dan makanan bergizi lainnya ditekankan sebagai sumber kekuatan agar tubuh anak-anak menjadi kuat seperti pahlawan super, sehingga penyakit takut mendekat.
"Anak-anak juga didorong untuk berani dan tidak takut melapor kepada Ibu Guru atau orang tua (Mama/Papa) jika mulai merasakan gejala seperti mata perih, tenggorokan gatal, atau napas sesak," ajak Fawaid.
Edukasi visual yang menampilkan ilustrasi anak berseragam PAUD menggunakan masker medis secara benar ini diharapkan dapat dibagikan secara luas kepada para guru dan orang tua murid di seluruh Pontianak.
Melalui inisiatif ini, dr. Fawaid mengajak seluruh elemen masyarakat dan orang tua untuk bersinergi. "Bersama-sama kita lawan asap, jaga kesehatan," pungkas Fawaid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....