Puskesmas Kampung Bali Catat Lonjakan Kasus ISPA akibat Asap

  • 02 Agt 2026 07:54 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • UPT Puskesmas Kampung Bali di Pontianak mencatat lonjakan kasus ISPA menjadi 60 kasus hingga akhir Juli 2026 yang dipicu oleh paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
  • Kasus ISPA didominasi oleh kelompok balita dan lanjut usia yang merupakan populasi rentan terhadap dampak polusi udara.
  • Peningkatan signifikan terjadi dalam waktu singkat, dari 41 kasus pada periode 18-27 Juli 2026 menjadi 60 kasus pada 27-31 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Pontianak – UPT Puskesmas Kampung Bali mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga akhir Juli 2026, tercatat 60 kasus ISPA yang didominasi balita dan lanjut usia.

Kepala UPT Puskesmas Kampung Bali, dr. Popong Solihat, mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Pada periode 18 hingga 27 Juli 2026, pihaknya mencatat 41 kasus ISPA, sedangkan pada 27 hingga 31 Juli 2026 jumlahnya bertambah menjadi 60 kasus.

"Mayoritas pasien yang datang merupakan balita dan lansia dengan keluhan batuk dan pilek. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dengan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," kata dr. Popong Solihat, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Meski kondisi kabut asap di Kota Pontianak mulai berkurang setelah diguyur hujan, masyarakat tetap diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga juga diingatkan menjaga kebersihan air minum untuk mencegah munculnya penyakit lain, seperti diare.

Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi buah-buahan segar guna menjaga daya tahan tubuh serta mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak bersifat mendesak selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Puskesmas Kampung Bali mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit penyerta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....