Kurang Tidur 1 Jam ternyata Bisa Rusak DNA

  • 03 Jul 2026 14:45 WIB
  •  Pontianak

RRI .CO.ID, Pontianak - Sering kali kita menganggap remeh waktu tidur yang terpotong satu atau dua jam demi menyelesaikan kerjaan atau sekadar lanjut nonton serial favorit. Pikiran kita biasanya, "Ah, cuma kurang sejam ini, besok siang bisa balas dendam lewat tidur siang." Sayangnya, tubuh kita tidak punya sistem tombol undo semudah itu. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kehilangan waktu tidur—meski cuma satu jam dari porsi ideal—punya efek yang jauh lebih fatal bagi tubuh ketimbang sekadar rasa kantuk atau mata panda. Efek buruknya masuk sampai ke level sel, bahkan bisa merusak DNA yang menjadi cetak biru tubuh kita.

Secara sederhana, tidur itu bukan cuma momen saat kita "pingsan" atau mengistirahatkan otak. Saat kita terlelap, tubuh sebenarnya sedang masuk ke mode montir atau perbaikan massal. Di momen inilah tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak dan membersihkan racun sisa aktivitas seharian. Ketika Anda memotong waktu tidur tersebut, Anda sama saja seperti mengusir montir sebelum tugasnya selesai. Akibatnya, tubuh mengalami stres tingkat sel karena radikal bebas menumpuk terlalu banyak. Radikal bebas inilah yang kemudian mulai menyerang dan merusak sel-sel sehat di dalam tubuh.

Serangan dari radikal bebas tadi dampaknya tidak main-main karena langsung mengincar rantai DNA kita. Para ilmuwan menemukan bahwa kurang tidur yang keseringan, walau cuma sedikit tapi terjadi terus-menerus, bisa membuat untaian DNA kita patah-patah. Dalam kondisi normal, tubuh kita punya tim khusus yang sangat canggih untuk menyambung kembali DNA yang patah ini. Namun, karena tubuh dipaksa melek, "saklar" yang bertugas memerintahkan tim perbaikan ini malah jadi eror. Hasilnya, kerusakan DNA dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa sempat diperbaiki dengan benar.

Tidak cuma merusak fisiknya, kurang tidur satu jam juga bisa mengacaukan cara kerja DNA lewat sistem kendali tubuh. Bayangkan DNA itu seperti buku resep masakan yang super lengkap di dalam tubuh kita, dan ada tombol otomatis yang mengatur resep mana yang boleh dimasak. Nah, kurang tidur bisa membuat tombol otomatis ini jadi kacau. Gen-gen baik yang bertugas menjaga kekebalan tubuh malah mendadak dimatikan, sedangkan gen-gen buruk yang memicu peradangan dan penuaan dini justru dipaksa aktif secara agresif.

Jika kerusakan DNA dan kekacauan sistem ini dibiarkan terjadi malam demi malam, dampaknya akan menumpuk dan menjadi bom waktu bagi kesehatan Anda. Dalam jangka panjang, tumpukan DNA yang rusak dan gagal diperbaiki ini adalah akar utama terjadinya mutasi sel berbahaya. Inilah alasan kuat mengapa orang yang punya kebiasaan kurang tidur punya risiko jauh lebih tinggi terkena penyakit mematikan, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Tubuh yang kurang istirahat akan kehilangan kendali untuk mengerem mutasi genetik di dalamnya.

Melihat fakta yang cukup mengerikan ini, sudah saatnya kita mengubah pandangan soal tidur. Tidur delapan jam sehari itu bukanlah sebuah kemewahan atau tanda bahwa Anda pemalas, melainkan kebutuhan mutlak agar tubuh Anda tidak rusak dari dalam. Mulai malam ini, jangan lagi menukar satu jam waktu tidur Anda demi hal-hal yang sebenarnya bisa ditunda besok pagi. Ingat, setiap jam tidur yang Anda korbankan adalah satu langkah lebih dekat menuju rusaknya sistem pertahanan tubuh Anda sendiri.

Baca juga: Manisnya Durian, Pahitnya Risiko Bagi Penderita Penyakit Ini

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....