Viral Istilah Cortisol Face, Benarkah Stres Bisa Membuat Wajah Membengkak?

  • 30 Jun 2026 11:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Belakangan ini, istilah cortisol face ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di TikTok dan Instagram. Banyak konten yang mengaitkan wajah tampak lebih bulat atau bengkak dengan tingginya kadar hormon kortisol akibat stres. Bahkan, tak sedikit yang menawarkan berbagai cara instan untuk mengatasinya.

Namun, benarkah stres sehari-hari dapat menyebabkan cortisol face?

Kortisol merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan memiliki peran penting dalam membantu tubuh merespons stres. Menurut Endocrine Society, hormon ini juga berfungsi mengatur metabolisme, tekanan darah, kadar gula darah, hingga sistem kekebalan tubuh. Kortisol bukanlah hormon yang "jahat" karena tubuh membutuhkannya agar dapat berfungsi secara normal. Kadar hormon ini pun secara alami berubah sepanjang hari dan biasanya paling tinggi pada pagi hari.

Meski populer di media sosial, istilah cortisol face sebenarnya bukan diagnosis medis. Dalam pedoman klinis Endocrine Society mengenai Sindrom Cushing, wajah yang tampak membulat atau dikenal sebagai moon face umumnya terjadi akibat paparan kadar kortisol yang sangat tinggi dalam waktu lama. Kondisi tersebut lebih sering disebabkan oleh penyakit tertentu atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, bukan karena stres akibat pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

Artinya, seseorang yang sedang menghadapi tekanan pekerjaan, tugas kuliah, atau rutinitas yang padat tidak serta-merta mengalami perubahan bentuk wajah akibat peningkatan kortisol.

Meski demikian, stres memang dapat memengaruhi penampilan wajah secara tidak langsung. Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Reviews Endocrinology menjelaskan bahwa stres kronis dapat mengganggu kualitas tidur, meningkatkan peradangan, serta memengaruhi kebiasaan hidup, seperti pola makan dan aktivitas fisik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan retensi cairan, terutama di area wajah dan sekitar mata, sehingga wajah terlihat lebih sembap atau lelah.

Belakangan ini juga banyak beredar klaim bahwa cortisol face dapat diatasi hanya dengan minuman tertentu, suplemen, atau pijat wajah. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan metode tersebut mampu menurunkan kadar kortisol secara spesifik pada orang sehat. Jika seseorang memang mengalami gangguan hormon yang menyebabkan kadar kortisol meningkat, penanganannya memerlukan pemeriksaan dan terapi oleh tenaga medis.

Sebagai langkah yang lebih tepat, American Psychological Association (APA) merekomendasikan pengelolaan stres melalui kebiasaan yang telah terbukti bermanfaat, seperti tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan relaksasi, serta menjaga hubungan sosial yang baik. Bila stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan juga menjadi pilihan yang dianjurkan.

Pada akhirnya, wajah yang tampak lebih bulat atau bengkak tidak selalu menjadi tanda kadar kortisol tinggi. Jika perubahan bentuk wajah terjadi secara tiba-tiba, disertai kenaikan berat badan yang tidak biasa, tekanan darah tinggi, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

Baca juga: Makeup Sering Pilling setelah Pakai Sunscreen? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....