Manisnya Durian, Pahitnya Risiko Bagi Penderita Penyakit Ini
- 30 Jun 2026 10:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Musim durian selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh masyarakat Indonesia. Aroma khas yang merebak di sepanjang jalan dan lapak-lapak pedagang musiman seolah menjadi magnet yang sulit ditolak bagi para pencinta "Raja Buah" ini. Mulai dari buah segar yang baru dibelah hingga berbagai olahan kuliner, durian selalu berhasil memanjakan lidah.
Namun, di balik kelezatannya yang luar biasa dan euforia panen raya yang meriah, tersimpan risiko kesehatan yang cukup besar. Bagi sebagian orang dengan kondisi medis tertentu, musim durian justru bisa menjadi awal dari ancaman kesehatan yang serius.
Durian dikenal sebagai buah yang kaya akan nutrisi, namun juga memiliki kandungan kalori, lemak, dan karbohidrat sederhana yang sangat tinggi. Selain itu, proses fermentasi alami di dalam daging buah durian menghasilkan kandungan alkohol dan gas yang cukup pekat.
Karakteristik inilah yang membuat durian mendapat predikat sebagai buah yang "panas" dan berat untuk dicerna oleh tubuh. Bagi orang dengan tubuh yang sehat, mengonsumsinya dalam batas wajar mungkin tidak akan menimbulkan masalah berarti. Sebaliknya, bagi penderita penyakit kronis, kombinasi zat-zat tersebut dapat memicu reaksi tubuh yang instan dan berbahaya.
Kelompok pertama yang wajib waspada dan sebaiknya menghindari durian adalah penderita diabetes melitus. Karbohidrat dalam durian didominasi oleh glukosa dan fruktosa yang sangat mudah diserap oleh tubuh. Ketika seseorang mengonsumsi durian, terutama saat musimnya di mana buah melimpah dan harganya murah, kecenderungan untuk makan berlebihan akan meningkat.
Hal ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah (hiperglikemia) secara mendadak dalam waktu singkat. Kondisi gula darah yang tidak terkontrol ini sangat berbahaya karena dapat memicu komplikasi akut yang mengancam jiwa.
Selain penderita diabetes, buah durian juga menjadi pantangan besar bagi orang yang mengidap penyakit jantung dan hipertensi (tekanan darah tinggi). Kandungan alkohol alami dan sifat pembuluh darah yang melebar akibat efek hangat durian dapat memicu jantung berdetak lebih cepat (palpitasi). Bagi penderita hipertensi, hal ini berisiko menaikkan tekanan darah ke level yang berbahaya.
Sementara bagi penderita jantung koroner, beban kerja jantung yang meningkat secara tiba-tiba akibat konsumsi durian dapat memicu serangan jantung atau stroke, yang sering kali berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Penderita penyakit ginjal kronis juga menempati daftar pasien yang dilarang keras mengonsumsi durian. Buah eksotis ini memiliki kandungan kalium (potasium) yang sangat tinggi. Pada kondisi normal, ginjal bertugas menyaring dan membuang kelebihan kalium melalui urine. Namun, pada penderita gangguan ginjal, organ tersebut tidak lagi mampu bekerja optimal.
Penumpukan kalium dalam darah atau hiperkalemia akibat makan durian dapat mengganggu hantaran listrik jantung, menyebabkan aritmia (gangguan irama jantung), dan dalam kasus paling parah, bisa mengakibatkan henti jantung mendadak.
Menikmati musim durian tentu boleh-boleh saja, namun kesehatan dan keselamatan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama. Bagi Anda atau anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit diabetes, jantung, hipertensi, maupun gangguan ginjal, pengendalian diri adalah kunci utamanya. Jangan sampai euforia musim buah tahunan ini berakhir di ruang instalasi gawat darurat akibat kelalaian dalam menjaga pola makan.
Menahan diri dari kelezatan sesaat jauh lebih bijak daripada menanggung risiko kesehatan jangka panjang yang dapat merusak kualitas hidup kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....