Lima Dampak Terlalu Sering Makan Kerupuk
- 29 Apr 2026 11:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kerupuk sering menjadi pelengkap yang sulit dipisahkan dari berbagai hidangan, terutama dalam budaya makan masyarakat Indonesia.
Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuat kerupuk digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan mengonsumsi kerupuk secara berlebihan sering kali luput dari perhatian. Berikut beberapa dampak yang bisa dirasakan :
1. Tinggi garam (natrium)
Resiko tekanan darah naik. Sebagian besar kerupuk mengandung garam cukup tinggi. Kalau dikonsumsi berlebihan, bisa meningkatkan risiko Hipertensi, apalagi kalau pola makan lainnya juga tinggi garam.
2. Minim gizi
Kerupuk umumnya tinggi karbohidrat sederhana dan lemak (terutama kalau digoreng), tapi rendah protein, vitamin, dan serat. Jadi bikin kenyang sesaat tanpa memberi nutrisi yang cukup.
3. Digoreng
Banyak kerupuk digoreng dengan minyak yang kadang dipakai berulang kali. Ini bisa meningkatkan asupan lemak jenuh dan senyawa berbahaya, yang dalam jangka panjang berisiko ke kesehatan jantung.
4. Bisa memicu kenaikan berat badan
Karena ringan dan renyah, kerupuk sering dimakan tanpa terasa banyak. Kalorinya jadi menumpuk dan bisa berkontribusi ke Obesitas.
5. Kurang baik untuk pencernaan
Rendah serat, hal ini bisa bikin pencernaan kurang lancar kalau sering menggantikan makanan bergizi.
Karena itu, penting untuk mulai mengontrol pola makan dan tidak menjadikan kerupuk sebagai konsumsi utama setiap hari. Mengimbanginya dengan makanan bergizi seperti sayur, buah, dan sumber protein akan membantu menjaga tubuh tetap sehat. Dengan kesadaran dan kebiasaan yang lebih baik, kita bisa tetap menikmati kerupuk secukupnya tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Baca juga: Kue Tradisional Tampil Lebih Modern
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....