Tidur dengan Kipas Angin Menyejukkan namun Mempengaruhi Kesehatan

  • 07 Apr 2026 23:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tidur dengan kipas angin memang terasa menyejukkan, terutama di malam yang panas dan pengap. Namun, paparan angin terus-menerus ke tubuh bisa memengaruhi kondisi kesehatan tanpa disadari.

Angin yang langsung mengenai tubuh dapat membuat otot menjadi tegang dan kaku saat bangun tidur. Hal ini sering dirasakan pada leher, punggung, atau bahu karena tubuh terkena aliran udara dingin terlalu lama.

Selain itu, kipas angin bisa menyebabkan kulit menjadi lebih kering karena sirkulasi udara terus berjalan. Jika berlangsung lama, kondisi ini juga bisa memicu bibir pecah-pecah dan rasa tidak nyaman pada kulit.

Bagi sebagian orang, angin dari kipas dapat memperburuk gangguan pernapasan seperti hidung tersumbat. Debu yang ikut berputar bersama angin juga dapat memicu alergi atau bersin saat bangun tidur.

Kipas angin yang diarahkan langsung ke wajah dapat membuat tenggorokan terasa kering saat pagi hari. Kondisi ini bisa memicu batuk ringan atau suara serak, terutama jika digunakan sepanjang malam.

Solusinya adalah dengan mengatur arah kipas agar tidak langsung mengenai tubuh saat tidur. Gunakan mode putar (oscillation) agar aliran udara tersebar merata dan tidak fokus pada satu titik.

Selain itu, atur kecepatan kipas pada tingkat sedang dan gunakan timer agar kipas mati otomatis. Dengan cara ini, tubuh tetap nyaman tanpa terkena dampak buruk dari paparan angin berlebihan.

Baca juga: Kucai Sayuran Sederhana dengan Aroma Khas dan Kaya Gizi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....