BKKBN Kalbar Fokus Cegah Stunting Sejak Pra Nikah
- 21 Jan 2026 17:26 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Sekretaris Perwakilan BKKBN Kalimantan Barat Rindang Gunawati menegaskan bahwa stunting disebabkan oleh dua faktor utama, yakni faktor spesifik dan faktor sensitif. Faktor sensitif menjadi ranah utama BKKBN dalam upaya pencegahan stunting di daerah.
Ia menjelaskan, stunting memiliki penyebab yang saling berkaitan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Karena itu, BKKBN lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan sejak dini, khususnya melalui peran orang tua dan calon pengantin.
“Bagaimana pencegahan ini dilakukan, khususnya kepada orang tua dan calon pengantin, agar ke depan tidak melahirkan generasi stunting,” ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026.
Saat ini, BKKBN Kalbar berperan aktif meningkatkan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor, sekaligus melakukan pendampingan serta edukasi kepada keluarga berisiko stunting.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi kepada calon pengantin melalui aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Aplikasi ini berfungsi sebagai sarana pemantauan kesehatan calon pengantin, terutama remaja putri yang rentan mengalami anemia.
“Tidak hanya perempuan, calon pengantin pria juga menjadi sasaran edukasi, misalnya terkait kebiasaan merokok yang dapat berdampak pada kesehatan keluarga di masa depan,” jelasnya.
Melalui berbagai program tersebut, BKKBN Kalbar berharap angka stunting dapat terus ditekan dan generasi yang lahir ke depan menjadi lebih sehat dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....