Bahaya Paparan Pasif Asap Vape
- 03 Jun 2025 20:08 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Vape atau rokok elektrik sering kali dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, anggapan ini membuat banyak orang lupa bahwa asap vape tetap mengandung berbagai zat kimia berbahaya, tidak hanya bagi penggunanya, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.
Paparan pasif terhadap asap vape yang tampak tidak berbahaya, karena aromanya yang harum dan uapnya yang ringan. Ternyata dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan gangguan pernapasan.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui dari paparan pasif terhadap asap vape, seperti :
1. Paparan Nikotin Tanpa Disadari
Asap vape mengandung nikotin, bahkan dari cairan yang diklaim "rendah nikotin". Orang yang tidak merokok pun bisa menyerap nikotin saat menghirup asap bekas vape. Hal itu dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak anak dan remaja, serta menimbulkan efek kecanduan jika terpapar terus-menerus.
2. Zat Kimia Berbahaya dalam Aerosol
Asap vape mengandung formaldehida dan asetaldehida (zat karsinogen), logam berat seperti timbal dan nikel, partikel ultrahalus yang masuk ke paru-paru. Meskipun tidak setinggi rokok biasa, risikonya tetap nyata, terutama dalam ruang tertutup.
3. Risiko pada Bayi dan Anak Kecil
Meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan (batuk, pilek berkepanjangan). Kemudian, dapat memicu atau memperparah asma. Serta, mengganggu perkembangan paru-paru dan otak pada tumbuh kembang anak.
4. Bahaya untuk Ibu Hamil
Nikotin yang terhirup secara pasif dapat mengganggu pertumbuhan janin. Selain itu, meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah. Kemudian, juga dapat memicu gangguan perkembangan otak pada janin.
5. Memperburuk Penyakit Pernapasan
Orang dengan asma, bronkitis, atau penyakit paru kronis bisa mengalami kambuh atau serangan lebih parah setelah terpapar asap vape secara pasif.
Paparan pasif ini berbahaya, terutama dalam jangka panjang dan dalam ruangan tertutup. Demi menjaga kesehatan bersama, penting untuk menghindari vaping di sekitar orang lain, terutama anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....