Beberapa Gejala dan Jenis Biang Keringat
- 29 Nov 2024 14:06 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Biang keringat merupakan jenis penyakit kulit yang tidak menular. Kondisi ini pada umumnya terjadi pada seseorang saat cuaca panas atau lingkungan yang bersuhu lembab. Biang keringat ditandai dengan gejala sebagai berikut :
1. Bintil-bintil kecil berwarna merah, terutama di tempat menumpuknya keringat.
2. Gatal atau rasa perih dan tajam pada ruam.
Gejala-gejala tersebut dapat muncul di seluruh bagian tubuh dan bisa dialami pada semua rentang usia, tapi paling sering terjadi pada bayi dan anak.
Jenis biang keringat berdasarkan kemkes.go.id, yakni :
1. Miliaria kristalina
Miliaria kristalina adalah jenis biang keringat yang paling ringan. Miliaria kristalina hanya mempengaruhi lapisan kulit teratas seseorang. Gejala ditandai dengan munculnya bintil merah berisi cairan berwarna jernih yang mudah pecah. Miliaria kristalina merupakan jenis biang keringat yang tidak menimbulkan gatal dan rasa sakit.
2. Miliaria rubra
Miliaria rubra terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Jenis biang keringat ini lebih sering dialami oleh orang dewasa daripada anak-anak. Gejala berupa bintil merah yang disertai rasa gatal dan menyengat.
3. Miliaria pustulosa
Miliaria pustulosa merupakan perkembangan lanjutan dari miliaria rubra. Biang keringat ini terjadi ketika miliaria rubra mengalami peradangan.
Tanda miliaria pustulosa adalah bintil merah yang berisi nanah (pustule) sehingga berubah warna menjadi putih atau kuning. Adanya pustule menandakan mulai terjadinya infeksi kulit.
4. Miliaria profunda
Miliaria profunda adalah jenis biang keringat yang paling jarang terjadi. Jenis miliaria ini terjadi di lapisan lebih dalam (dermis). Tertahannya keringat akan memicu munculnya bintil merah yang lebih besar dan lebih keras. Meski lebih jarang terjadi, miliaria jenis ini bersifat kronis dan sering kambuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....