Pekan Raya Geografi FKIP Untan Asah Pengetahuan dan Kreativitas Siswa

  • 04 Okt 2026 17:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pekan Raya Geografi FKIP Untan Pontianak ke-3 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi siswa SMA, tetapi juga menjadi ruang untuk mengasah pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas di bidang geografi. Kegiatan ini merupakan agenda ketiga yang dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP Geografi Universitas Tanjungpura (Untan), Minggu, 4 Oktober 2026.

Ketua Panitia Pekan Raya Geografi 2026, Sofian Daniel, mengatakan kegiatan yang merupakan program kerja Bidang Penelitian dan Pengembangan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Untan ini menyasar pelajar dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja terbesar yang diselenggarakan mahasiswa Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untan.

Salah satu kompetisi yang diikuti peserta adalah Geography Competition. Pada tahap awal, peserta mengerjakan soal-soal tertulis untuk menguji pengetahuan mereka mengenai geografi. Enam peserta dengan nilai terbaik kemudian melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni membuat dan menganalisis media pembelajaran geografi berupa materi tentang gunung berapi.

Sofian menjelaskan, kompetisi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menguji kemampuan akademik siswa, tetapi juga mendorong mereka mengembangkan cara berpikir kritis dan kreativitas. “Harapannya mereka (siswa) bisa mengembangkan pengetahuan, mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan semangat kompetisi mereka di bidang geografi,” ujarnya.

Pengalaman tersebut dirasakan Winnie dan Maria dari SMA Katolik Santu Petrus Pontianak yang mengikuti lomba media pembelajaran gunung berapi. Dalam persiapannya, mereka tidak hanya mempelajari materi dasar mengenai gunung berapi, tetapi juga mencari informasi lebih mendalam mengenai sejumlah gunung dari karakteristik, tipe letusan, hingga periode aktivitas gunung mereka pelajari untuk mendukung materi yang dipresentasikan.

“Cukup banyak pengetahuan yang didapatkan, dan kami tuh cari tau banyak banget dan lumayan mendalam tentang gunungnya juga Mauna Loa, Mauna Kea, dan Kilauea,” kata Winnie didampingi rekan timnya, Maria usai tampil.

Sementara itu, Dimas Panata dari SMA Negeri 2 Pontianak telah mempersiapkan diri sejak jauh hari sebelum perlombaan. Ketertarikannya terhadap geografi bahkan membuatnya mulai mempertimbangkan bidang tersebut sebagai pilihan pendidikan setelah lulus SMA.

“Aku juga tertarik dengan jenjang akademik selanjutnya di bidang geografi sama geologi, rencana pengen ambil di Universitas Indonesia atau enggak Universitas Tanjung Pura,” ucap Dimas.

Dimas mengatakan saat ini dirinya memiliki dua pilihan bidang yang ingin dipelajari lebih lanjut, yakni geografi dan geologi. Ia mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia atau Universitas Tanjungpura.

Ketertarikan serupa juga muncul dari Tristan dan Jainice dari SMAS Kristen Immanuel Pontianak yang mengikuti Geography Competition. Keduanya menilai soal tertulis yang diberikan cukup menantang, namun pengalaman mengikuti kompetisi justru membuat mereka semakin tertarik untuk mempelajari geografi lebih jauh.

“Soal-soal tes dari kakak-kakak FKIP Geografis juga susah-susah tapi seru agak tricky, tapi kami optimis sama hasil kerja tim kami,” kata Jainice didampingi rekannya, Tristan.

Bagi Sofian sebagai ketua kegiatan ini, ketertarikan siswa terhadap geografi juga menjadi salah satu tujuan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Selain memperkenalkan bidang geografi kepada pelajar, Pekan Raya Geografi diharapkan dapat membuat siswa mengenal Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Untan sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi.

Ia menyebut bidang geografi memiliki cakupan yang luas. Lulusan Pendidikan Geografi tidak hanya dapat berkarier sebagai guru, tetapi juga memiliki peluang untuk bekerja di berbagai lembaga yang berkaitan dengan bidang geografi dan kebumian, seperti BMKG, BRIN, maupun instansi pemerintah terkait. Geografi tidak hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui proses mencari informasi, menganalisis, membuat media pembelajaran, dan menyampaikan hasil pemahaman di hadapan orang lain.

Baca juga: Untan Teguhkan Nilai Pancasila di Lingkungan Kampus

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....