Pendiri Bilik Benak Ungkap Tantangan Videografi di Era AI

  • 19 Sep 2026 12:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Perkembangan teknologi digital mendorong kebutuhan konten visual semakin tinggi, terutama untuk kepentingan promosi dan branding. Di tengah kemudahan teknologi dan hadirnya Artificial Intelligence (AI), keterampilan dasar, kreativitas, serta kemampuan memahami karakter audiens tetap menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya videografi.

Hal tersebut disampaikan Pendiri Bilik Benak, Ahmad Dahlan, dalam Dialog Ekonomi Digital Pro 1 RRI Pontianak pada Jumat, 18 September 2026. Menurutnya, kemampuan dasar dalam videografi tidak boleh diabaikan meskipun saat ini perangkat produksi semakin mudah diakses. "Skill tetap nomor satu, alat nomor dua. Karena kreativitas dan ide yang membedakan hasil dari dua kreator, meskipun mereka menggunakan kamera yang sama," ujar Ahmad Dahlan.

Ia menjelaskan, kreator perlu memahami dasar-dasar videografi, mulai dari komposisi, pencahayaan hingga penyusunan konsep. Selain itu, kreator juga perlu membangun identitas dan tidak hanya mengikuti tren tanpa memberikan ciri khas dalam setiap karya.

Dalam strategi promosi, pemahaman terhadap karakter masing-masing platform media sosial juga dinilai penting. Instagram, TikTok, Facebook, hingga YouTube Shorts memiliki karakter audiens dan pola konsumsi konten yang berbeda sehingga strategi penyajian video perlu disesuaikan dengan target yang ingin dicapai.

Sementara terkait perkembangan AI, Ahmad Dahlan menilai teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu bagi kreator, khususnya pada tahap pra-produksi seperti pengembangan ide, penyusunan brief, hingga pembuatan storyboard. Namun, menurutnya, kreativitas manusia tetap memiliki peran dalam menghasilkan karya yang memiliki rasa dan karakter. "Penggunaan AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu dan bukan menjadi alasan bagi kreator untuk berhenti mengembangkan kemampuan." ujar Ahmad.

Kepada kreator muda, Ahmad Dahlan mengingatkan pentingnya konsistensi dalam belajar dan mencoba berbagai hal. Menurutnya, kemudahan akses terhadap informasi dan pembelajaran saat ini membuka peluang luas bagi siapa saja yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang kreatif digital. "Jangan berhenti mencoba dan jangan berhenti belajar. Media dan akses pembelajaran sudah terbuka lebar, sekarang tinggal tergantung dari diri masing-masing mau mengambil peluang itu atau tidak," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....