Mahasiswa KKN UPB Pontianak Ajak Petani Cabai Membuat Pestisida Nabati
- 08 Sep 2026 13:51 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Bengkayang - Mahasiswa Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak yang tergabung dalam Kelompok 7 Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah berhasil memberikan sosialisasi dan praktik pembuatan pestisida nabati bagi petani cabai di Desa Sungai Jaga B, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya memperkenalkan alternatif pengendalian hama dengan memanfaatkan bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Desa Sungai Jaga B merupakan salah satu lokasi KKN yang memiliki cukup banyak petani cabai, khususnya di Dusun Nelayan. Dalam kegiatan pendampingan di lapangan, petani menyampaikan adanya keluhan terhadap serangan hama yang cukup tinggi pada tanaman cabai. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa KKN karena serangan hama dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berpotensi memengaruhi hasil produksi. Di sisi lain, pengendalian hama selama ini masih banyak mengandalkan pestisida kimia.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan pestisida nabati sebagai salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pestisida nabati, tetapi juga diperkenalkan pada cara memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka.
Mahasiswa KKN UPB yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Hukum (FH). Kegiatan dikoordinasikan oleh Ribisto Pank Sarugo selaku Ketua Kelompok KKN 7 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Asti.
Sosialisasi diikuti oleh masyarakat Desa Sungai Jaga B, khususnya warga dan petani cabai di Dusun Nelayan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian pestisida nabati, manfaat, bahan yang dapat digunakan, serta cara pengolahannya. Mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati dapat dibuat dari bahan yang berasal dari tumbuhan atau bahan organik tertentu yang mengandung senyawa yang berpotensi membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
Sejumlah bahan yang diperkenalkan antara lain bawang putih, cabai, daun sirsak, daun pepaya, serai, dan bahan alami lainnya yang relatif mudah diperoleh di lingkungan sekitar. "Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pemilihan bahan, proses pengolahan, pencampuran, penyaringan, hingga cara aplikasi pada tanaman cabai," ujarnya kepada RRI Pontianak, Selasa, 8 September 2026.

Tidak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak peserta melakukan praktik pembuatan pestisida nabati. Praktik tersebut dilakukan agar petani dapat melihat secara langsung tahapan pembuatannya dan memiliki bekal keterampilan untuk mencoba membuatnya secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dalam penyampaiannya, mahasiswa juga menekankan bahwa pestisida nabati bukan berarti bebas risiko atau dapat digunakan tanpa memperhatikan aturan. Jenis bahan, konsentrasi, waktu aplikasi, kondisi tanaman, serta keselamatan pengguna tetap perlu diperhatikan. Penggunaan pestisida nabati juga perlu dilakukan secara tepat dan tidak serta-merta menggantikan seluruh metode pengendalian hama yang telah digunakan petani.
Antusiasme peserta terlihat selama sosialisasi dan praktik berlangsung. Petani aktif mengikuti tahapan pembuatan dan berdiskusi mengenai berbagai permasalahan hama dan penyakit yang mereka temui pada tanaman cabai. Diskusi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi budidaya cabai dan persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPB berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh petani sebagai salah satu pilihan dalam pengendalian hama tanaman cabai. Pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar juga diharapkan dapat mendorong penerapan budidaya yang lebih ramah lingkungan serta mendukung keberlanjutan usaha tani cabai di Desa Sungai Jaga B.
Baca juga: Mahasiswa KKN UPB Pontianak Latih Pembuatan Eco Enzyme di Ponpes Abu Hurairah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....