Finalis QRIS Jelajah Indonesia Usung Misi Promosi Kuliner Kalbar
- 11 Jul 2026 17:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tiga anak muda asal Kalimantan Barat memilih mengambil langkah yang berbeda. Mereka percaya bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perubahan hadir dari semangkuk kuliner tradisional, sebuah cerita dari pelaku UMKM, dan satu kali pemindaian QRIS.
Berangkat dari semangat tersebut, Febri, Raffi, dan Shezi membentuk Tim Jejak Kapuas dan berhasil menjadi salah satu dari tujuh besar finalis QRIS Jelajah Indonesia 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Namun, bagi mereka, kompetisi ini bukan sekadar tentang mengejar gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Kalimantan Barat sekaligus mengajak masyarakat semakin akrab dengan transformasi digital.
Nama Jejak Kapuas lahir dari filosofi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalimantan Barat. Layaknya Sungai Kapuas yang menghubungkan berbagai daerah, tim ini ingin menjadi penghubung antara budaya, kuliner, pelaku UMKM, dan teknologi digital agar dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Semangat tersebut dituangkan dalam tagline, "Jejak Kapuas, Scan Aksinya, Jelajah Kulinernya! Nyam! Nyam! Nyam!" Tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk menikmati kekayaan kuliner Nusantara sambil membiasakan transaksi digital melalui QRIS.
Bagi Tim Jejak Kapuas, setiap hidangan menyimpan cerita, setiap pelaku UMKM memiliki perjuangan, dan setiap transaksi digital menjadi langkah kecil menuju ekonomi Indonesia yang lebih inklusif.
"Kami percaya kuliner bukan hanya tentang rasa. Di balik setiap hidangan ada budaya, ada cerita, dan ada pelaku UMKM yang terus berjuang. Melalui QRIS Jelajah Indonesia 2026, kami ingin mengajak masyarakat semakin bangga terhadap kuliner lokal sekaligus memahami bahwa digitalisasi seperti QRIS dapat membantu UMKM berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan," ujar Febri.
Bagi Raffi, generasi muda memiliki peran penting dalam memperkenalkan teknologi dengan cara yang dekat dan mudah dipahami masyarakat.
"Kuliner adalah sesuatu yang dinikmati semua orang. Karena itu, kami ingin menjadikan kuliner sebagai media edukasi. Saat masyarakat datang menikmati makanan khas, mereka juga dapat mengenal manfaat QRIS sebagai sistem pembayaran yang praktis, aman, dan cepat. Dengan cara sederhana seperti ini, kami berharap literasi digital dapat tumbuh seiring dengan kecintaan terhadap kuliner lokal."
Sementara itu, Shezi berharap perjalanan Tim Jejak Kapuas mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berani mengambil peran dalam membangun daerahnya.
"Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda juga bisa menjadi bagian dari perubahan. Bukan hanya dengan ide-ide besar, tetapi melalui aksi nyata yang dekat dengan masyarakat. Jika semakin banyak UMKM yang terbantu, semakin banyak kuliner Kalimantan Barat yang dikenal, dan semakin banyak masyarakat yang nyaman menggunakan pembayaran digital, maka bagi kami itulah keberhasilan yang sesungguhnya."
Dalam QRIS Jelajah Indonesia 2026, Tim Jejak Kapuas akan menjalankan berbagai misi edukasi dan eksplorasi di Pontianak, Kubu Raya, dan Singkawang. Kegiatannya meliputi memperkenalkan QRIS kepada masyarakat dan pelaku UMKM, serta mengeksplorasi kekayaan kuliner khas Kalimantan Barat. Bagi mereka, setiap lokasi yang dikunjungi bukan sekadar destinasi, melainkan ruang untuk belajar, berbagi cerita, dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Tim Jejak Kapuas percaya bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghilangkan nilai-nilai budaya. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kuliner lokal kepada lebih banyak orang, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagi mereka, kemenangan bukan hanya soal berdiri di atas podium. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat semakin bangga terhadap kuliner Kalimantan Barat, pelaku UMKM semakin maju berkat digitalisasi, dan generasi muda semakin terdorong untuk ikut membawa perubahan bagi daerahnya.
Karena setiap jejak membawa cerita. Setiap scan membawa perubahan.
Baca juga: Pemkot Pontianak Dukung Rencana Parkir Digital Berbasis QRIS
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....