Kelas Bakti Penyiaran Dorong Mahasiswa Tingkatkan Kemampuan Public Speaking
- 29 Jun 2026 14:10 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dalam upaya meningkatkan literasi media, kemampuan komunikasi publik, serta pemahaman masyarakat mengenai dunia penyiaran, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pontianak bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat menggelar Kelas Bakti Penyiaran di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Let It Be Festival 2026 ini menghadirkan materi Speak Like A Broadcaster atau kemampuan berbicara layaknya seorang penyiar. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, khususnya dalam berbicara di depan publik.
Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dwi Cahyo Prasetyo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas fungsi perpustakaan agar tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari referensi, tetapi juga menjadi ruang pengembangan diri serta pusat kegiatan mahasiswa.
“Tujuan kita sebenarnya ingin ekspansi perpustakaan, jadi perpustakaan itu lebih dari sekadar ruangan. Kita ingin perpustakaan menjadi satu community hub, tempat mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan pengembangan diri,” ujarnya.
Menurut Dwi, melalui kolaborasi bersama KPID Kalbar, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempelajari kemampuan berbicara, komunikasi publik, hingga keterampilan yang berkaitan dengan dunia penyiaran.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat mengubah pandangan mahasiswa bahwa perpustakaan bukan hanya tempat yang identik dengan buku, tetapi juga menjadi ruang kreatif untuk meningkatkan kapasitas diri.
Sementara itu, Komisioner KPID Kalbar, Dea Citra Rahmatika mengatakan, Kelas Bakti Penyiaran menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memberikan edukasi mengenai penyiaran kepada masyarakat, khususnya mahasiswa.
“Kami membuat kelas bakti penyiaran berkolaborasi dengan kelas asik di perpus. Materi hari ini tentang public speaking, bagaimana caranya berbicara dengan keterampilan seperti seorang penyiar,” jelasnya.
Dea menyebut, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan yang penting dimiliki mahasiswa, baik untuk mendukung proses perkuliahan maupun sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Selain di Universitas Muhammadiyah Pontianak, KPID Kalbar juga berencana melanjutkan program serupa dengan menggandeng perguruan tinggi lainnya, termasuk memperluas kegiatan kelas penyiaran ke luar Kota Pontianak. KPID Kalbar berharap semakin banyak masyarakat yang memahami dunia penyiaran sekaligus menyadari pentingnya peran lembaga penyiaran seperti radio dan televisi dalam memberikan informasi kepada publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....