Semarak Muharram, Qara'a Gelar Lomba dan Perkuat Digitalisasi Rumah Qur'an
- 28 Jun 2026 14:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Dalam rangka menyemarakkan tahun baru Islam pada bulan Muharram 1448 Hijriyah, platform digital pembelajaran Al-Qur'an, Qara'a, mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk "Muharram Versi Pemenang (MCP) League". Agenda utama kegiatan ini adalah perlombaan bagi para santri yang bernaung di bawah Rumah Qur'an, sebagai sarana monitoring dan evaluasi kualitas pembelajaran melalui aplikasi Qara'a.
Co-founder Qara'a, Ahmad Kamel, menyampaikan, pihaknya kini tengah memfokuskan diri untuk memberikan dampak nyata bagi ekosistem Rumah Qur'an, terutama dalam mengatasi kendala sistem monitoring manual yang sering dihadapi.
"Kami menyadari masih banyak Rumah Qur'an yang terkendala dalam sistem monitoring santri. Tahun ini, kami berkomitmen untuk hadir membantu melalui inovasi digital, dengan harapan dapat berkontribusi besar dalam upaya mengentaskan buta aksara Qur'an di Indonesia," ujar Ahmad usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba di pada acara penutupan di gedung Konferensi Untan, Ruang Theater 2, Minggu, 28 Juni 2026.

Ahmad menjelaskan, saat ini Qara'a telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna di seluruh Indonesia. Khusus untuk kegiatan di Pontianak, terdapat delapan Rumah Qur'an yang berpartisipasi dengan mengirimkan puluhan santri terbaik mereka untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Padukan Teknologi AI dan Sentuhan Guru
Sebagai platform pembelajaran, Qara'a memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan aplikasi Qur'an digital pada umumnya. Qara'a dirancang sebagai sebuah platform belajar yang solutif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, maupun mereka yang merasa canggung jika harus belajar secara tatap muka langsung dengan guru.
"Kami membuat proses belajar Al-Qur'an menjadi sangat menyenangkan, terutama bagi anak-anak agar mereka asyik saat belajar. Di dalam aplikasi, kami menanamkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan feedback instan dan efisien terkait bacaan pengguna," ucapnya.
Meski berbasis teknologi canggih, Ahmad menegaskan bahwa sisi kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama. Proses koreksi bacaan santri tidak sepenuhnya diserahkan kepada mesin, melainkan tetap dalam pengawasan para ustadz dan ustadzah yang tergabung dalam ekosistem Qara'a.
"AI membantu proses efisiensi, tetapi sisi manusianya tetap kami jaga. Tetap ada ustadz maupun ustadzah yang tergabung bersama kami untuk memvalidasi dan membantu proses pengkoreksian bacaan agar tetap sesuai dengan kaidah tajwid," katanya.
Baca juga: Peaceful Muharram Kemenag Kalbar Libatkan 18 Lembaga Mitra
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....