Ketua Komisi II DPR RI Realisasi Komitmen Beasiswa ke Siswa SMAN 1 Pontianak
- 26 Jun 2026 08:55 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Beasiswa
- Komisi II DPR RI
- SMAN 1 Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, merealisasikan komitmennya untuk memberikan beasiswa kepada siswa SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya menjadi finalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI. Dalam hal ini beasiswa yang diberikan bekerja sama dengan Yangzhou Polytechnic Insitude di China. Pada kegiatan yang digelar di SMAN 1 Pontianak, Kamis, 25 Juni itu, Rifqinizamy menyampaikan bahwa terdapat 10 beasiswa yang diberikan kepada para siswa.
Dari jumlah tersebut, dua beasiswa utama mencakup kesempatan melanjutkan studi di China dengan pembiayaan penuh. "Ini adalah realisasi dari komitmen kami sebelumnya untuk memberikan beasiswa kepada adik-adik SMA Negeri 1 Pontianak, terutama yang kemarin menjadi finalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI," ujar Rifqinizamy.
Ia menjelaskan, penerima beasiswa akan memperoleh pembiayaan penuh untuk studi di China, termasuk biaya hidup selama masa pendidikan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan beasiswa ikatan kerja yang difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indonesia.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Kalimantan Barat untuk mengakses pendidikan berkualitas sekaligus memiliki prospek kerja setelah menyelesaikan studi.
Rifqinizamy menambahkan, program beasiswa tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama dengan pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan kementerian terkait. Ia juga berencana berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Barat guna memperluas program serupa ke sekolah-sekolah lain di provinsi tersebut.
"Kami nanti akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk memberikan beasiswa yang lain kepada sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa rencana pengembangan program beasiswa akan disosialisasikan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2027.
Terkait mekanisme penerimaan, Rifqinizamy menjelaskan bahwa proses seleksi akan dimulai sekitar enam bulan sebelum para siswa lulus sekolah. Para calon penerima akan diberikan informasi mengenai program studi yang tersedia dalam skema beasiswa tersebut.
Ia menegaskan bahwa setiap beasiswa memiliki persyaratan yang harus dipenuhi. Karena itu, siswa diberikan kebebasan untuk menentukan apakah akan mengikuti program sesuai ketentuan yang berlaku.
"Semua beasiswa itu pasti ada syaratnya. Kalau mereka berkenan dengan syarat-syarat tersebut, kita lanjut. Kalau tidak, tidak ada paksaan juga," ujarnya.
Apabila terdapat siswa yang memutuskan tidak mengikuti program, proses penentuan penerima selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.
Baca juga: Mendikdasmen Kucurkan Ratusan Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Kalbar
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....