Langit Natuna Jadi Sorotan: Ini Bedanya Meteor dan Sampah Antariksa

  • 09 Apr 2026 14:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Fenomena cahaya melintas di langit sering kali menimbulkan rasa penasaran masyarakat, terutama ketika terlihat seperti “bintang jatuh.” Hal ini juga terjadi pada peristiwa benda bercahaya di langit Natuna yang sempat viral.

Banyak orang mengira benda tersebut adalah meteor. Namun, penjelasan dari BMKG menyebutkan bahwa fenomena tersebut kemungkinan besar bukan meteor, melainkan objek lain seperti sampah antariksa yang memasuki atmosfer Bumi.

Secara umum, meteor adalah benda alami berupa batuan luar angkasa yang masuk ke atmosfer dan terbakar akibat gesekan udara. Fenomena ini dikenal dalam ilmu sebagai meteor.

Secara visual, meteor biasanya terlihat sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, dengan satu garis cahaya terang yang melintas lurus di langit. Cahaya yang dihasilkan cenderung tajam dan intens, bahkan kadang meninggalkan jejak pijar sesaat.

Sebaliknya, sampah antariksa merupakan benda buatan manusia seperti sisa roket atau satelit yang sudah tidak digunakan. Dalam istilah ilmiah disebut space debris.

Ketika masuk ke atmosfer, sampah antariksa terbakar dan menghasilkan cahaya yang terlihat dari Bumi. Namun, tampilannya berbeda dengan meteor karena biasanya bergerak lebih lambat dan sering terlihat terpecah menjadi beberapa bagian yang menyebar.

Dalam kasus benda mirip meteor di langit Natuna, ciri-ciri visual yang terekam menunjukkan adanya beberapa titik cahaya yang bergerak bersamaan dan tidak terlalu cepat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa BMKG menduga objek tersebut adalah sampah antariksa, bukan meteor tunggal. Meteor umumnya tidak terpecah menjadi banyak bagian yang terlihat jelas dalam waktu bersamaan, kecuali dalam kasus tertentu yang jarang terjadi.

Perbedaan lainnya terletak pada durasi kemunculan. Meteor biasanya hanya terlihat sangat singkat, sedangkan sampah antariksa bisa terlihat lebih lama karena kecepatannya lebih rendah saat memasuki atmosfer. Selain itu, warna cahaya pada sampah antariksa bisa bervariasi tergantung materialnya, sementara meteor cenderung memiliki cahaya putih terang atau sedikit kebiruan.

Kesimpulannya, meskipun sekilas tampak mirip, perbedaan visual antara meteor dan sampah antariksa cukup jelas jika diamati dengan teliti. Penjelasan dari BMKG terkait fenomena di Natuna menunjukkan pentingnya memahami karakteristik kedua objek tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. Edukasi mengenai fenomena langit ini membantu masyarakat lebih bijak dalam menanggapi kejadian serupa di masa depan.

Baca juga: Cahaya Misterius di Langit Lampung

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....