LKI 2025 Kenalkan Prodi Teknik Industri kepada Pelajar
- 26 Okt 2025 14:04 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura menggelar Lomba Kreativitas dan Inovasi (LKI) 2025, Sabtu (25/10/2025), di Ruangan Theater 2 Untan. Tema yang diusung pada LKI ini yaitu; “Menuju Industri Berkelanjutan Melalui Peran Generasi Muda yang Inovatif, Solutif, dan Adaptif”.
Dalam LKI 2025 diselenggarakan dua jenis perlombaan yaitu Video Kreasi dan Desain Inovasi yang diikuti siswa–siswi SMA/SMK/MA Sederajat di Provinsi Kalimantan Barat.
Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Industri, Dedi Wijayanto mengatakan pada prinsipnya kegiatan LKI 2025 dilaksanakan untuk memperkenalkan Prodi Teknik Industri di kalangan pelajar SMA sederajat. Kemudian mengenalkan perlombaan yang dilaksanakan.
“Istilahnya mendekatkan mereka dengan mengedukasi tentang jurusan dan bidang–bidang yang ada di sana,” kata Dedi.
Dedi menambahkan selain mengenalkan, peserta juga bisa terlibat secara langsung, contohnya membuat dalam membuat Prototype, dalam tahapan–tahapan dan proses tersebut bisa peserta rasakan. “Misalkan seperti di sini ada satu produk yang bisa di lihat, nah itu sebenarnya mempresentasikan apa yang telah dilakukan mahasiswa kami,” ujarnya.
Panitia LKI 2025, M Elmanila Desera mengatakan dalam LKI 2025 memiliki kriteria perlombaan tertentu dan peserta dapat memilih tema yang disiapkan yang kemudian dituangkan ke dalam ide peserta yang berkompetisi. “Seperti video kreasi, dalam sebuah video mereka mempromosikan UMKM di sekitar tempat tinggal mereka,” ucapnya.
Ia menerangkan juga terkait dengan penilaian lomba yang digelar merujuk kepada kriteria, estetika, kerapian produk, dan ketepatan tema yang dipilih.
Salah satu peserta lomba, Tania Hasanah termotivasi oleh guru pembimbingnya untuk ikut dalam perlombaan pada kategori Kreasi Video. Siswa SMA 1 Sungai Raya itu memilih rumah makan yang identik dengan aktivitas menggoreng. Menurutnya, banyak sisa–sisa minyak yang terbuang di lantai yang dapat membuat pencemaran.
“Hari ini kami membuat kreasi inovasi minyak yang kami ubah menjadi lilin hias,” katanya.
Peserta lainnya, Nuramalia yang mencoba membuat alat pengusir hama yang tidak menggunakan bahan kimia, namun lebih kepada gelombang Ultrasonic-nya agar hama bisa terusir karena stres dengan suara yang dikeluarkan.
“Ide ini datang karena banyaknya orang yang kesal, seperti misalnya di kebun, banyak tanaman yang rusak karena hama yang menggerogoti,” tuturnya.
Baca juga: Tim Untan Raih Scientific Competition of Internal Medicine
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....