ITB Latih Petani Teluk Bayur Olah Gambut Berkelanjutan
- 30 Jul 2025 13:29 WIB
- Pontianak
KBRN, Kubu Raya: Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga Desa Teluk Bayur, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, pada 24–25 Juli 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Teknologi Usahatani Lahan Gambut yang Berkelanjutan” dan merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat ITB Skema Top-Down Tahap ke-2 tahun 2025.
Sekitar 30 peserta yang terdiri dari petani dan ibu-ibu PKK mengikuti pelatihan intensif selama dua hari. Fokus utamanya adalah mengenalkan teknologi pertanian ramah lingkungan di lahan gambut guna mengatasi degradasi ekosistem, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendongkrak pendapatan masyarakat.
Ketua tim, Dr. Ir. Mia Rosmiati, M.P., membuka kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Teluk Bayur, Agustari, S.Pd.I. Agustari menyampaikan apresiasi atas pelatihan ini dan menekankan pentingnya pengelolaan lahan gambut secara bijak di wilayahnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena pertanian di lahan gambut adalah realitas kami sehari-hari. Melalui pelatihan ini, kami berharap ke depan masyarakat bisa lebih memahami cara mengolah lahan dengan teknik yang tidak merusak, lebih ramah lingkungan, dan tentu berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” ujar Agustari, Rabu (30/7/2025).

Agustari menuturkan, materi hari pertama meliputi pengenalan karakteristik tanah gambut, tantangan pertanian di lahan tersebut, hingga pemanfaatan biopestisida berbahan alami seperti jahe. Pelatihan ini disampaikan oleh para pakar, termasuk Dr. Ir. Rika Alfiany, M.P., dan Rijanti Rahaju Maulani, S.P., M.Si.
Hari kedua berfokus pada praktik pengolahan lahan tanpa bakar, pembuatan pupuk organik padat dan cair dari limbah sagu kering, serta pembangunan sistem tanam raised bed. Tanaman yang akan dibudidayakan antara lain jahe, kangkung, pakcoy, cabai, dan tomat.
Tim pengabdian terdiri dari dosen lintas bidang dan dua mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian. Selain pelatihan, tim juga menyiapkan sistem monitoring berkelanjutan melalui grup komunikasi daring untuk mendampingi para petani setelah pelatihan.
Melalui kegiatan ini, ITB berharap dapat menumbuhkan wirausahawan tani yang mampu mengelola lahan gambut secara produktif, berkelanjutan, dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem di Desa Teluk Bayur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....