Inovasi Pupuk Organik Cair Tingkatkan Kemandirian Pesantren
- 28 Mar 2025 11:21 WIB
- Pontianak
KBRN, Kubu Raya: Dalam upaya meningkatkan kemandirian pondok pesantren dalam bidang pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan limbah organik, Dosen Universitas Panca Bhakti melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tim PKM memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), mempraktikkan cara pengaplikasian POC, dan branding produk POC di Pondok Pesantren Hilyatul Musaffa Al Qudwah.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan santri dan pengelola pesantren cara mengolah limbah organik menjadi produk organik yang bermanfaat serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan mandiri dan ekonomi berkelanjutan. Pelatihan yang berlangsung pada 23 Maret 2025 ini difokuskan pada pemanfaatan limbah cangkang telur, kulit pisang, dan air cucian beras sebagai pupuk organik cair.
Ketiga bahan ini dipilih karena memiliki kandungan nutrisi yang kaya dan berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman. Cangkang telur kaya akan kalsium karbonat (CaCO₃), yang berperan dalam meningkatkan pH tanah, memperkuat dinding sel tanaman, serta mencegah defisiensi kalsium yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman seperti busuk ujung buah.
Kulit pisang mengandung kalium (K) yang tinggi, yang penting untuk proses fotosintesis, pembentukan bunga dan buah, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit. Air cucian beras mengandung karbohidrat, vitamin B, serta mineral seperti nitrogen (N) dan fosfor (P), yang berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme tanah, merangsang pertumbuhan tanaman, dan memperbaiki struktur tanah. Kombinasi ketiga bahan ini dalam pupuk organik cair memberikan nutrisi seimbang bagi tanaman, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga secara optimal.

Kegiatan pelatihan praktik pembuatan pupuk organik cair dari Limbah Cangkang Telur, Kulit Pisang, dan Air Cucian Beras di Pondok Pesantren Hilyatul Musaffa Al Qudwah Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (23/3/2025)
Selama pelatihan, para peserta diajarkan teknik fermentasi yang sederhana namun efektif untuk mengolah bahan-bahan ini menjadi pupuk organik cair berkualitas tinggi. Proses ini mencakup pencampuran bahan, penambahan bioaktivator, fermentasi dalam wadah tertutup, serta cara penggunaan pupuk yang optimal pada tanaman sayuran. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan melakukan pengemasan produk pupuk organik cair yang menarik dan pemasaran digital.
Ketua tim pengabdian, Ida Ayu Suci, mengatakan bahwa teknologi ini mudah diterapkan dan memiliki dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian. “Dengan memanfaatkan limbah organik yang tersedia di sekitar, pondok pesantren dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetik sekaligus menghemat biaya operasional pertanian. Selain itu, pupuk organik cair ini bersifat ramah lingkungan, mampu meningkatkan kesuburan tanah, serta mendorong produktivitas tanaman secara alami,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini melibatkan dua dosen dari Universitas Panca Bhakti, yaitu Rini Suryani dan Sherly Oktarianti, serta dua mahasiswa, Della Nataliani dan Mai Yulita. Dalam program ini, Rini Suryani bertanggung jawab memberikan pelatihan aplikasi POC pada tanaman, sementara Sherly Oktarianti membimbing peserta dalam strategi branding produk yang menarik serta pemasaran digital. Selain mendukung pertanian berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dengan masyarakat, mengasah keterampilan, dan berbagi ilmu secara nyata
Program ini mendapat sambutan antusias dari para santri dan pengelola pesantren. Ketua Pondok Pesantren Hilyatul Musaffa Al Qudwah, Irse Desy Yana, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam mendukung program kemandirian pangan di Pesantren. “Kami sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik cair. Ini memberikan keterampilan baru yang dapat mereka manfaatkan baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian para santri terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik dan praktik pertanian berkelanjutan. Dengan memproduksi pupuk organik sendiri, pesantren dapat mengurangi dampak negatif limbah domestik serta menciptakan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Ketua pengabdian, Ida Ayu Suci, mengatakan Program PKM ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Panca Bhakti dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan berbasis teknologi ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya akademisi dalam menerapkan konsep pertanian berkelanjutan dan sirkular di berbagai sektor masyarakat, termasuk pondok pesantren.
“Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, Pondok Pesantren Hilyatul Musaffa Al Qudwah dapat terus mengembangkan sistem pertanian mandiri yang lebih produktif, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Ke depan, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan pertanian organik dan keberlanjutan lingkungan di komunitas mereka masing-masing,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....