Mahasiswa Telkom University dan Untan Ciptakan Inomep AR

  • 02 Jan 2025 12:36 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Sebuah terobosan baru di dunia pendidikan anak usia dini berhasil diciptakan oleh kolaborasi antara mahasiswa Telkom University dan Universitas Tanjungpura. Dengan tajuk “Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (Inomep AR)" untuk Memperkenalkan Ekosistem Darat dan Laut kepada Anak Usia Dini, program ini memberikan solusi edukatif yang menarik, interaktif, dan imersif.

Inisiatif ini digagas oleh Donny Hidayat dan Nur Hana Azizah mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan), bersama Himawan Nurcahyanto mahasiswa S3 Telkom University. Program ini mendapat dukungan bimbingan dari Telkom Indonesia, dengan kolaborasi langsung dari M. Habibie Ridhonanta dan Sawung Aji Wicaksono. Selain itu, program ini juga diarahkan oleh Ikhwan Ruslianto, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Untan.

Teknologi Augmented Reality (AR) yang digunakan memungkinkan anak-anak usia dini untuk mempelajari ekosistem darat dan laut secara mendalam. Melalui visualisasi tiga dimensi yang realistis, siswa dapat mengenal hewan-hewan seperti komodo yang tidak dapat ditemukan di wilayah Kalimantan Barat, hanya melalui perangkat AR. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa perlu kunjungan langsung ke habitat asli hewan tersebut.

Program ini melibatkan lima Taman Kanak-Kanak (TK) di Pontianak, yaitu TKIT Al Mumtaz, TK Primanda Untan, TK Al Mukaddimah, TK Mujahidin, dan TK Mawar Khatulistiwa. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap, termasuk sosialisasi teknologi AR, pelatihan kepada guru, dan pengajaran langsung kepada siswa menggunakan media berbasis AR.

Hasil dari program ini sangat menggembirakan. Anak-anak menjadi lebih antusias dalam belajar, sementara guru dan orang tua mendapatkan wawasan baru tentang pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Para guru dilatih untuk menggunakan teknologi AR sebagai metode pengajaran kreatif, sementara orang tua mulai memahami pentingnya teknologi dalam mendukung perkembangan anak-anak mereka.

“Melalui teknologi AR, anak-anak dapat belajar secara menyenangkan dan interaktif. Mereka tidak hanya melihat gambar statis, tetapi juga dapat menjelajahi dunia virtual yang membuat pembelajaran lebih hidup dan bermakna,” ujar Himawan Nurcahyanto di Pontianak, (2/1/2025).

Program ini masih memiliki ruang pengembangan lebih lanjut. Salah satu ide yang sedang dirancang adalah fitur suara untuk memberikan pengalaman audio yang realistis, seperti suara hewan dan desiran angin. Selain itu, konsep “room tour” juga sedang dikembangkan, di mana anak-anak dapat “berjalan-jalan” secara virtual di habitat tertentu sambil mempelajari hewan-hewan yang ada.

Selain ekosistem darat dan laut, teknologi AR juga dapat diterapkan pada berbagai topik lain, seperti mengenalkan bagian rumah, halaman sekolah, kendaraan transportasi, anatomi tubuh manusia, dan huruf Hijaiyah.

Dalam evaluasi program, tim menemukan pentingnya pelatihan tambahan bagi guru untuk menciptakan konten AR secara mandiri. Selain itu, rencana pengembangan platform terintegrasi sedang disiapkan untuk menyatukan berbagai fitur, seperti visualisasi 3D, kuis interaktif, dan e-book, ke dalam satu aplikasi.

“Kami berharap program ini dapat menjadi tonggak awal dalam memanfaatkan teknologi AR untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Indonesia secara keseluruhan,” ujar Donny Hidayat.

Kolaborasi lintas institusi dan pemanfaatan teknologi digital ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, poin ke-14 tentang menjaga ekosistem laut, dan poin ke-15 tentang menjaga ekosistem darat.

Dengan inovasi ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh dengan rasa ingin tahu yang besar dan pemahaman yang mendalam terhadap dunia sekitar mereka, menjadikan pendidikan sebagai pondasi untuk masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....