Drama Rubber Game, Indonesia Runner-up, Chinese Taipei Juara Indonesia Masters 2026
- 07 Sep 2026 08:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Perjuangan ganda putra Indonesia di partai puncak Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 harus berakhir sebagai runner-up. Pasangan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo dipaksa mengakui keunggulan wakil Chinese Taipei, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng, setelah melalui pertarungan sengit rubber game dengan skor 21-11, 19-21, 20-22 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu, 6 September 2026 malam.
Meski gagal mengamankan gelar juara di negara sendiri, Yeremia/Patra tetap patut diapresiasi atas penampilan impresif mereka sepanjang turnamen. Pada gim pertama, Yeremia/Patra tampil dominan dan sukses mendikte permainan hingga menang telak 21-11. Namun, pasangan Chinese Taipei bangkit di gim kedua hingga unggul dari pemain Indonesia dengan skor 19-2.
Sorak ribuan penonton saat kedua tim melangsungkan pertandingan pun pecah di GOR yang bertaraf internasional ini, dukungan penuh atas Indonesia pun menjadi tambahan modal bagi pasangan Yeremia/Patra, karena mereka merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos ke final. Namun takdir berkata lain, mereka harus mengakui kemenangan wakil Chinese Taipei.
Memasuki gim penentuan rubber game, duel berjalan sangat ketat dan dramatis hingga setting poin, sebelum akhirnya direbut oleh Chia/Lin dengan skor tipis 22-20.
Usai pertandingan, Patra Harapan Rindorindo bersyukur meski harus puas berada di podium kedua. Ia mengakui bahwa faktor ketenangan dan hilangnya fokus di poin-poin krusial menjadi penentu kekalahan mereka.
"Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan ini. Walaupun hasilnya runner-up tapi kami dijauhkan dari cedera. Tadi permainan kami kurang tenang dan fokusnya hilang-hilang. Sempat memaksakan setting di gim ketiga dan harusnya kami bisa ambil tapi kita kecolongan dari servis lawan. Sangat disayangkan," ucap Patra.
Senada dengan partnernya, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menilai bahwa laga final tersebut berjalan dalam tempo tinggi dan penuh tekanan dari kedua belah pihak.
"Kami berempat mainnya memang memaksa banget, semuanya mau menekan dan jarang mengangkat bola. Kalau ada yang terpaksa angkat bola pasti dia akan kehilangan poin. Itu yang membuat tadi poin dan momennya sangat intens, sangat ketat," tutur Yeremia.
Yeremia juga berterima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa dari suporter Indonesia yang memadati arena pertandingan. Atmosfer kandang memberikan energi tersendiri bagi mereka sepanjang laga.
"Kami merasa bangga dan senang banget mendapat dukungan penonton di sini, hari ini semua bangku terisi, sangat antusias. Kalau minggu kemarin kami tampil di final lawan rekan senegara tapi hari ini melawan negara lain jadi semua arena terasa mendukung kami. Itu membuat kami semangat," katanya.
Meski meraih hasil runner-up dalam dua pekan beruntun, Yeremia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, terutama terkait aspek daya tahan fisik dan stamina pemain. "Dari hasil dua runner-up di dua minggu ini kami mau evaluasi lagi terutama dari staminanya. Dua minggu selalu masuk final pasti dari sisi kondisi menurun, ini yang harus kami tingkatkan," ucap Yeremia.
Sementara itu, pasangan juara Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng mengaku sempat mengalami ketegangan hebat pada awal laga sebelum akhirnya bisa menguasai keadaan di gim kedua dan ketiga.
"Sangat senang bisa juara. Di gim kedua dan ketiga kami bisa lebih tenang, tidak seperti gim pertama yang kami mainnya sangat panik," ujar Lin Yong Sheng.
Chia Yen Lin menambahkan bahwa instruksi pelatih untuk bermain lebih lepas menjadi kunci kebangkitan mereka. Ia juga membeberkan momen krusial di penghujung gim ketiga saat melakukan servis kejutan flick service.
"Gim pertama memang sangat-sangat tegang tapi setelah itu pelatih benar-benar mengingatkan kami untuk bermain lebih lepas. Di poin terakhir gim ketiga saya tidak banyak berpikir. Saya hanya melakukan spekulasi untuk melakukan flick service dan feeling-nya mereka tidak bisa mengembalikan," kata Chia Yen Lin.
Baca juga: Liao Li Xi-Shen Shi Yao Juara Ganda Putri Indonesia Masters 2026
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....