Rambitan/Rindorindo Harapan Satu-satunya di Final Indonesia Masters
- 06 Sep 2026 05:29 WIB
- Pontianak
Rambitan/Rindorindo Wakili Indonesia di Final Indonesia Masters
RRI.CO.ID, Pontianak — Pasangan ganda putra Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, sukses mengamankan tiket final alias babak puncak ajang Polytron Pontianak Indonesia Masters Super 100. Kepastian ini diraih setelah mereka menundukkan pasangan unggulan ketiga asal Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, lewat pertandingan dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-7, 21-15 pada babak semifinal, di GOR Terpadu Ayani Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 5 September 2026.
Keberhasilan ini terasa sangat emosional sekaligus krusial, mengingat Yeremia/Patra kini menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang tersisa dan sukses melaju ke partai final.
Menanggapi statusnya sebagai tumpuan terakhir Indonesia di partai puncak, Yeremia mengaku ingin mendedikasikan penampilan terbaiknya untuk menghibur para penonton dan pendukung yang telah memadati arena. Ia dan Patra juga termotivasi setelah melihat rekan-rekan sepelatnas mereka harus gugur di babak-babak sebelumnya.
"Mungkin karena saya satu-satunya, jadi tetap dukung kita lah. Karena di sini kita semangat saja bisa memberikan yang terbaik," ujar Yeremia usai pertandingan.

Menyongsong partai final, Yeremia/Patra dipastikan akan menghadapi lawan asal Chinese Taipei. Mengingat mereka belum pernah bertemu sebelumnya, pasangan ini memilih untuk fokus penuh pada kesiapan fisik, mental, serta pola permainan mereka sendiri di lapangan.
"Belum sih, belum pernah ketemu. Kami baru ketemu pertama kali besok. Untuk besok ya kita mau berproses, main maksimal, dan mengeluarkan yang terbaik. Yang penting kita jaga fokus dan pikirannya," tambah Yeremia.
Sementara itu, Patra Harapan Rindorindo mengungkapkan bahwa kekalahan rekan-rekan se-tim sebelumnya menjadi pelecut semangat bagi mereka untuk tampil habis-habisan demi membawa harum nama bangsa di kandang sendiri.
"Tadi cukup disayangkan teman-teman kita kalah, jadi kita ingin mengeluarkan yang lebih baik saja daripada laga sebelumnya. Untuk lawan di final nanti, pasangan Chinese Taipei itu lumayan cukup bagus ya, mereka juga sering main di level 300–500, jadi permainannya bagus," ungkap Patra.
Meski dihadapkan pada faktor kelelahan di tengah jadwal turnamen yang padat, Patra menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menyurutkan tekad mereka untuk berjuang habis-habisan di laga puncak demi meraih gelar juara.
"Kalau dibilang capek, pasti capek banget ya, ada pegal-pegal juga. Tapi ya semuanya, apapun itu, kita tetap harus yakin sama persiapan ini. Apapun itu capek, sakit, ya masa dipikirin kalau sudah di lapangan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....