Hari Ketiga International Challenge, Antusiasme Penonton di Luar Dugaan
- 27 Agt 2026 15:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ketua Panitia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, menyebut pelaksanaan turnamen hingga hari ketiga berjalan dengan baik. Selain mengejar prestasi, kejuaraan ini dinilai menjadi kesempatan penting bagi para pemain Indonesia, khususnya atlet muda, untuk menambah pengalaman dan poin ranking internasional. Yuni mengatakan, salah satu fokus penyelenggaraan turnamen adalah memberikan ruang bagi pemain muda Indonesia untuk merasakan persaingan di level internasional.
“Saya melihat sejauh ini sangat baik. Yang kami prioritaskan adalah bagaimana pemain-pemain Indonesia, terutama pemain muda, bisa mendapatkan pengalaman dan berprestasi,” ujar Yuni, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, sejumlah pemain senior juga memanfaatkan turnamen di Pontianak untuk mencoba sektor permainan yang berbeda. Ia mencontohkan Apri dan Bagas yang tampil di sektor ganda campuran.
Bagi PBSI, kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet sekaligus membantu pemain muda mengumpulkan poin ranking internasional.
“Bagi PBSI, turnamen ini menjadi salah satu kesempatan bagi pemain muda untuk meraih poin ranking internasional, meningkatkan peringkat, dan nantinya bisa bertanding di level yang lebih tinggi,” katanya.
Hingga hari ketiga, sejumlah wakil Indonesia masih mampu melangkah di tengah persaingan ketat. Para pemain harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari sejumlah negara Asia, di antaranya Malaysia, Thailand, Chinese Taipei dan Jepang.
Yuni berharap para atlet Indonesia dapat memanfaatkan turnamen tersebut untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang di level internasional.
“Harapannya, mereka mendapatkan pengalaman dan jam terbang, sekaligus bisa mengukur kemampuan mereka dibandingkan pemain dari negara lain. Kami tentunya ingin sebanyak mungkin wakil Indonesia tampil di lima partai final nanti,” ujarnya.
Selain perkembangan pertandingan, Yuni juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat Pontianak terhadap turnamen bulutangkis internasional tersebut.
Menurutnya, jumlah penonton yang hadir sejauh ini bahkan berada di luar perkiraan panitia. GOR Terpadu Ahmad Yani memiliki kapasitas sekitar 1.700 penonton dan diperkirakan akan semakin ramai ketika memasuki babak semifinal dan final.
“Luar biasa. Bagi kami sebagai panitia penyelenggara, antusiasme penonton di luar dugaan,” ungkapnya.
Antusiasme tersebut juga terlihat dari penjualan tiket. Panitia berharap masyarakat yang telah membeli tiket benar-benar hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada para pemain.
“Kalau mereka datang, kami berharap stadion bisa penuh pada Sabtu dan Minggu. Ini menunjukkan antusiasme yang sangat positif terhadap bulu tangkis Indonesia dan BWF,” kata Yuni.
Dukungan penonton diharapkan semakin menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah sekaligus menjadi pengalaman tersendiri bagi para atlet yang bertanding di Pontianak.
Dengan persaingan yang semakin mengerucut menuju babak akhir, panitia berharap sebanyak mungkin wakil Indonesia mampu melaju hingga partai final dan memberikan prestasi terbaik di hadapan publik Kalimantan Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....