Tak Gentar Hadapi Pemain dari 17 Negara, Target Atlet Bulutangkis Indonesia Juara
- 25 Agt 2026 06:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Ajang bulutangkis bergengsi Polytron Pontianak International Challenge 2026 resmi bergulir pada 25 hingga 30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat. Turnamen internasional ini dipastikan akan berlangsung sengit karena mempertemukan para pebulutangkis tangguh dari 17 negara.
Selain Indonesia selaku tuan rumah, ajang ini diikuti oleh kontingen dari Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis, dan Portugal. Menghadapi peta persaingan global yang merata, skuad Merah Putih menyatakan kesiapan penuh dan mematok target tertinggi sebagai juara.
Ihsan Maulana Mustofa, mengungkapkan bahwa persaingan di level internasional saat ini sangat kompetitif, di mana setiap negara berpotensi memberikan kejutan di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya terus menggembleng para pemain agar selalu siap di setiap pertandingan.
"Pastinya untuk melihat peta persaingan bulutangkis sekarang cukup merata, dari semua negara saya lihat memang bisa memberikan kejutan di setiap pertandingan. Maka dari itu tugas saya ialah mengingatkan untuk semua pemain terutama di tunggal putra untuk selalu siap di setiap match," ujar Ihsan.
Untuk peluang dan target, Ihsan optimis dengan modal yang selama ini sudah dilakukan saat berlatih di sektor tunggal putra dan di sektor lainnya juga pasti sama. "Kami optimis bisa memberikan hasil yang terbaik dan memberikan banyak gelar untuk Indonesia," tambahnya.
Semangat serupa juga disuarakan oleh pebulutangkis muda tunggal putri, Jolin Angelia. Meski harus menghadapi lawan-lawan tangguh yang memiliki pengalaman lebih, ia mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal dan siap berjuang habis-habisan demi meraih gelar juara di hadapan publik sendiri.
"Di Pelatnas sendiri latihannya sama pemain yang usianya di atas saya, jadi tidak beda jauh dengan lawan di sini, yang penting berjuang dulu saja. Kesiapan saya sudah 100%. Target saya pastinya mau juara, namun saya mau melakukan yang maksimal dulu saja," ungkap Jolin.
Hal senada disampaikan oleh tunggal putra Alexius Ongkytama Subagio Keberhasilannya keluar sebagai runner-up pada ajang Philippine International Challenge 2026 menjadi pelecut motivasi besar untuk mengamankan podium tertinggi di Pontianak, sekaligus menatap target jangka panjang bersama partnernya, Taufik Aderya, untuk berjaya di level BWF Super 100.
Perhatian publik juga tertuju pada penampilan peraih medali emas Olimpiade, Apriyani Rahayu, yang kini tampil berbeda dengan beralih ke sektor ganda campuran .
Apriyani mengakui bahwa transisi dari ganda putri ke ganda campuran memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam hal adaptasi pola permainan dan komunikasi di atas lapangan.
"Pertandingan kali ini cukup berbeda, biasanya saya bermain di sektor ganda putri dan sekarang saya di ganda campuran. Di sektor ganda ini memang harus memiliki komunikasi yang baik. Yang menjadi tantangan saya pindah ke ganda campuran mungkin di adaptasi pola main, karena di ganda putri saya sebagai playmaker, namun di ganda campuran saya harus bermain di depan," ungkap Apriyani.
Selain itu, dalam mengantisipasi kondisi cuaca dan kabut asap di lokasi pertandingan, Apriyani menyebutkan bahwa timnya telah dibekali arahan khusus dari tim medis dan pelatih, seperti disiplin mengenakan masker serta rutin mengonsumsi vitamin demi menjaga kebugaran tubuh selama turnamen berlangsung.
Dukungan penuh juga datang dari pebulutangkis ganda campuran lainnya, Richie Duta Richardo yang antusias menjalani debut turnamen internasionalnya di Pontianak dengan persiapan matang guna memburu gelar juara keduanya tahun ini.
"Pastinya saya punya motivasi lebih untuk meraih gelar juara kedua saya tahun ini," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....