JKK Sosek Malindo ke-39 Perkuat Kerja Sama Kalbar-Sarawak

  • 30 Jul 2026 08:05 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • JKK Sosek Malindo 39
  • Kalbar - Sarawak
  • Kerjasama Perbatasan

RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Kerajaan Negeri Sarawak kembali memperkuat hubungan kerja sama lintas batas melalui Pertemuan Rapat Tim Teknis dan Persidangan ke-39 JKK Sosek Malindo tingkat Provinsi Kalimantan Barat–Negeri Sarawak yang berlangsung di Novotel Pontianak, Rabu, 29 Juli 2026.

Forum tahunan tersebut menjadi wadah pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, perdagangan, hingga pembangunan kawasan perbatasan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan hubungan Kalbar dan Sarawak tidak hanya dibatasi garis batas negara, tetapi juga memiliki kedekatan budaya dan sejarah yang kuat. Karena itu, kerja sama yang telah terjalin selama puluhan tahun perlu terus diperkuat.

"Kita berharap hubungan kedua daerah, Kalimantan Barat dan Sarawak, semakin erat. Apalagi sekarang mobilitas masyarakat semakin tinggi setelah akses perbatasan dibuka. Warga Malaysia juga semakin banyak berkunjung ke Pontianak sehingga hubungan antarmasyarakat semakin menyatu," ujar Krisantus.

Wagub Kalbar itu menambahkan, pemerintah juga mendorong percepatan operasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk yang direncanakan mulai dibuka pada Agustus mendatang. Sementara itu, untuk pengembangan lintas batas lainnya masih menunggu kesiapan infrastruktur dari kedua negara.

Menurut Krisantus, peluang kerja sama di sektor perdagangan dan ekspor-impor juga akan terus dikaji dengan mengacu pada regulasi pemerintah pusat agar memberikan manfaat bagi kedua wilayah.

Sementara itu, Ketua Sosek Malindo Malaysia, Datu Awg Mohammad Fadillah Bin Awg Redzuan, mengungkapkan Sarawak tengah mempersiapkan pembukaan Sarawak Trade and Tourism Office (STATO) di Pontianak. Kantor tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027.

Menurutnya, kehadiran kantor tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan sekaligus meningkatkan kunjungan wisata antara Sarawak dan Kalimantan Barat.

"Kami sedang dalam proses menyiapkan kantor dan sumber daya manusia. Kehadiran Sarawak Trade and Tourism Office di Pontianak bertujuan meningkatkan kerja sama perdagangan serta sektor pelancongan atau pariwisata antara Sarawak dan Pontianak," katanya.

Selain sektor ekonomi dan pariwisata, kedua pihak juga menyepakati kelanjutan kerja sama di bidang kesehatan, khususnya mekanisme rujukan pasien lintas batas yang dinilai telah berjalan dengan baik.

Melalui Persidangan JKK Sosek Malindo ke-39 ini, Indonesia dan Malaysia berharap sinergi pembangunan kawasan perbatasan semakin kuat, sekaligus membuka peluang kerja sama baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat dan Sarawak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....