Pelindo Resmikan Ekspor Perdana Peti Kemas dari Kijing
- 29 Jun 2026 19:20 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ekspor perdana melalui Terminal Kijing menjadi tonggak baru penguatan logistik, investasi, dan perdagangan internasional Kalimantan Barat yang berdaya saing.
Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah resmi memulai layanan ekspor peti kemas dengan memberangkatkan 180 kontainer berisi aluminium, kelapa bulat, dan minyak kelapa mentah menuju Malaysia dengan total nilai ekspor sekitar Rp21,4 miliar.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak, Capt. Dian Wahdiana, mengatakan layanan peti kemas melengkapi fungsi Terminal Kijing yang kini mampu melayani berbagai aktivitas kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose, hingga peti kemas.
Menurutnya, keberhasilan operasional terminal harus diikuti sinergi seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan pelabuhan semakin optimal.
"Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik," ujar Capt. Dian Wahdiana saat ekspor Perdana Petikemas di terminal Kijing Mempawah, Senin, 29 Juni 2026.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyebut ekspor perdana ini menjadi momentum penting karena menandai berfungsinya Terminal Kijing sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional yang telah lama dinantikan masyarakat Kalimantan Barat.
Ia berharap Terminal Kijing berkembang menjadi sentra ekspor-impor yang mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah sekaligus menarik lebih banyak investasi.
Ria Norsan juga meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan pelabuhan memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit dan Kabupaten Mempawah, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
"Kita bersyukur Terminal Kijing akhirnya mulai beroperasi dengan ekspor peti kemas. Ini menjadi momentum penting agar pelabuhan ini benar-benar menjadi pusat ekspor dan impor Kalimantan Barat," kata Ria Norsan.
Untuk mendukung pengembangan pelabuhan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju Terminal Kijing dan rencana jalan tol Pontianak–Kijing, melalui dukungan pemerintah pusat serta kerja sama dengan investor.
Selain mempercepat arus logistik, pemerintah juga memastikan kemudahan perizinan investasi agar semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan Terminal Kijing sebagai pintu ekspor langsung dari Kalimantan Barat.
Dengan beroperasinya layanan peti kemas, Terminal Kijing diharapkan menjadi simpul logistik internasional yang mampu memperluas akses pasar global, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....