Jasmerah dari Jelajah Negeri Bekas Penjajah
- 23 Apr 2026 07:25 WIB
- Pontianak
Di setiap sudut Kota Milan maupun Roma dan Italia, ada terdapat sarana telekomunikasi semacam pesawat telepon koin. Orang-orang di kota besar ini memanfaatkan sarana komunikasi ini untuk memudahkan hubungan mereka dengan para koleganya.
Meski di sana hasil teknologi canggih komunikasi sudah bertaraf mancanegara yang sangat tinggi, namun kelestarian sarana djaman doeloe tetap dipertahankan dan juga masih difungsikan dengan baik.
Di Indonesia, Pontianak juga, era kejayaan telepon koin ini pernah dikenal dan cukup melegenda. Di mancanegara terus dipertahankan dan lestarikan, sementara di sini kini tinggal kenangan dan itupun jadi ingatan segelintir orang. Djasmerah, jangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan sejarah ...
Mengisi hari-hari yang lumayan padat selama hampir dua minggu di Eropa, terutama di Belanda dengan beberapa kotanya, diisi kesibukan mendatangi museum dan sejumlah toko buku.
Mulai dari Rijk Museum hingga sejumlah tempat perdagangan buku kuno.
Keseluruhannya memberikan manfaat untuk mengenal sekaligus mengenang West Borneo-Kalimantan Barat di masa lampau, terutama Pontianak tempo doeloe.
Sepertinya saat ini untuk menyelamatkan sekaligus merawat dan memelihara ingatan pada zaman bahaula, dibutuhkan pengertian dan pemahaman yang bijak.
Tak cukup hanya apresiasi kita pada penyelamatan masa lalu, terhadap onggokan kertas usang yang tidak bicara tapi padat berkata-kata, hanya dengan basa-basi.
Tapi saatnya unjuk kemauan sembari menepuk pundak, "ini kerja dan caraku, mana kerja dan caramu" dalam melestarikan masa silam.
Dari Holland van Netherland gumam dalam hati berkata, "melestarikan masa lampau bukan dengan basa-basi ..." Dan sejarah perlu dirawat serta diruwat.
Djasmerah, djangan sekali-kali meloepakan dan meninggalkan sedjarah ... (Harlem Netherland, pukul 02.40)
Penulis: Syafaruddin DaEng Usman
Baca juga: Anak Pontianak "Rindu Nasi" di Eropa
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....